Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ahok ingin transportasi murah, dari Tangerang ke Jakarta Rp 3.500

Ahok ingin transportasi murah, dari Tangerang ke Jakarta Rp 3.500 Peluncuran Kopaja S-602. ©2013merdeka.com/m. luthfi rahman

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama punya ambisi besar membenahi sistem transportasi massal di DKI Jakarta. Salah satu programnya peremajaan bus yang beroperasi di ibu kota. Cara yang ditempuh Ahok, mengajak pengelola Kopaja dan Metro Mini, Transjabodetabek dan lainnya, bergabung atau melebur bersama PT. Transportasi Jakarta, operator transjakarta.

Ahok ingin bus lain terintegrasi dengan transjakarta. Dengan rencana ini, nantinya jalur busway tak lagi menjadi jalur khusus transjakarta. Tapi juga dapat dilalui sejumlah armada bus lain yang sudah terverifikasi fisiknya sesuai standar transjakarta.

"Intinya saya ingin bus transjakarta itu harus masuk ke semua rute. Bukan hanya di jalur busway, jadi semua bus asal ada jalur 15 koridor, ada pengumpan, ada juga masuk yang kecil-kecil (bus Feeder yang dioperasikan oleh Kopaja)," kata Basuki di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (4/1).

Pria yang akrab disapa Ahok ini ingin menerapkan sistem rupiah per kilometer setelah semua bus di DKI terintegrasi transjakarta. Penerapan sistem tarif ini diyakini bakal menguntungkan penumpang baik warga DKI atau warga dari daerah penyangga DKI. Alasannya, penumpang akan membayar tarif murah.

Ahok mencontohkan, dengan berjalannya sistem ini, warga Bekasi atau Tangerang yang hendak bekerja di Ibu Kota, hanya akan membayar Rp 3.500. Dengan begitu, masyarakat mulai meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke angkutan massal.

"Saya mau berikan orang Jakarta naik busnya murah. Jadi kamu bisa bayangkan saya mau beri ke orang Tangerang, Bekasi dan Depok, kalau perlu ke Bogor kami mau perluas ke sana," jelas Ahok.

"Sebetulnya saya enggak perlu beli bus asal para operator APTB (angkutan perbatasan terintegrasi busway), Transjabodetabek, Mayasari, Bianglala, dan macam-macam itu mau ikut kita dengan tarif rupiah per kilometer. Kalau nggak mau ikut saya bilang (mau) bersaing sama saya, pasti Anda bangkrut karena saya tarifnya Rp 3.500," katanya.

Selain menguntungkan penumpang, penerapan sistem ini juga diyakini Ahok bakal mendatangkan keuntungan bagi para sopir bus. Karena sopir bus tidak harus mengejar setoran.

"Mana lebih gampang menempuh rute narik penumpang atau mencari kilometer saja? Lebih mudah cari kilometer sebetulnya," ucapnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP