5 Tahun pimpin DKI, Anies janji hilangkan ketimpangan warga Jakarta
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, akhirnya dapat menyampaikan pidato perdananya di depan DPRD DKI Jakarta dalam paripurna istimewa. Memimpin DKI lima tahun ke depan, Anies janji menghilangkan ketimpangan bagi warga Jakarta.
Selama ini, katanya, banyak ketimpangan di dunia pendidikan, kesehatan khususnya bagi warga yang hidup di bawah garis kemiskinan. Sebagai contoh, dampak dari proyek reklamasi Teluk Jakarta terhadap nelayan Muara Angke.
"Mari bersama-sama mengubah kenyataan ini," kata Anies di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (15/11).
Dalam pengamatannya, pembangunan yang terjadi di Jakarta juga tidak sesuai dengan dasar tata ruang yang telah disusun. Bahkan, katanya, rencana tata ruang kadang terbelokkan menjadi pembenaran proses pemutihan pembangunan kota tanpa visi yang tepat.
"Pengembangan kota kadang terasa seperti dibiarkan hanyut oleh kemauan sempit tanpa ada kaitannya dengan manfaat kepentingan umum," ungkapnya.
Oleh karena itu, Anies berjanji melakukan sejumlah gebrakan dalam lima tahun kepemimpinannya. Seperti menjadikan Jakarta kota yang aman, sehat, cerdas, berbudaya, dengan memperkuat nilai-nilai keluarga dan memberikan ruang kreativitas melalui kepemimpinan yang melibatkan, menggerakkan dan memanusiakan.
Lalu meningkatkan pelayanan kesehatan, pendidikan dan kebudayaan. Serta mmemajukan kesejahteraan umum melalui terciptanya lapangan kerja, kestabilan dan keterjangkauan kebutuhan pokok, meningkatnya keadilan sosial, percepatan pembangunan infrastruktur, kemudahan investasi dan berbisnis, serta perbaikan pengelolaan tata ruang.
Kemudian, menjadikan Jakarta tempat wahana aparatur negara yang berkarya, mengabdi, melayani, serta menyelesaikan berbagai permasalahan kota dan warga, secara efektif, meritokratis dan berintegritas.
"Serta menjadikan Jakarta kota yang lestari, dengan pembangunan dan tata kehidupan juga menjadi ibu kota yang dinamis sebagai simpul kemajuan Indonesia yang bercirikan keadilan, kebangsaan dan kebhinekaan."
"Misi kelima ini menggambarkan bahwa Jakarta sebagai Ibukota Republik Indonesia menjadi miniatur Indonesia yang beragam kelompok, suku, ras dan agama. Semua golongan masyarakat hadir dan membentuk wajah Jakarta yang dinamis dan majemuk serta saling memperkaya khazanah kehidupan sehari-hari di Jakarta," kata Anies.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya