Sebuah truk tronton boks mengalami kecelakaan tunggal di ruas jalan nasional, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (6/12). Truk tersebut diketahui membawa ribuan paket bantuan untuk korban bencana alam gempa di Kabupaten Cianjur.
“Ini dari arah Serang (Banten), dan mau bawa bantuan (gempa bumi) ke Kabupaten Cianjur” kata sopir truk bernama Nana Suryana, mengutip YouTube Liputan6 SCTV, Rabu (7/12).
Sebelumnya, pria berusia 47 tahun itu menyebut jika kendaraan yang ia kemudikan sempat mengalami kendala rem blong hingga insiden terguling itu terjadi. Berikut selengkapnya.
Advertisement
Disampaikan Nana, sebelum kecelakaan berlangsung, kendaraan yang ia bawa tengah melaju dengan kecepatan sedang. Namun saat berada di wilayah jalan menurun, ia mulai kesulitan mengendalikan laju truknya.
Nana kemudian mencoba mengemudikan truknya dengan tenang, agar keadaannya tetap terkendali dan tidak keluar jalur.
“Jadi ini dari atas sana sudah mulai terasa blong, lalu saya berusaha tenangin diri dan ngikuti jalur sampai truk ini melajunya semakin lama semakin kencang” lanjut Nana.
Advertisement
Selanjutnya Nana mulai mencari tebing untuk ditabrakkan agar kendaraannya yang melaju tak terkendali bisa berhenti. Setelah menabrak pasir di pinggir jalan, kendaraannya terguling. Menurut Nana, kejadian tersebut berlangsung pada pagi hari.
“Di saat itu, saya mulai mencari tebing dan truk ini kemudian terbalik setelah saya tabrakkin ke situ. Saya langsung terpental” katanya.
Terpantau di lokasi, truk sendiri mengalami kecelakaan tunggal dengan posisi terbalik di satu sisi. Bagian badan truk memakan hampir separuh badan jalan. Kondisi ini menyebabkan terjadinya kemacetan yang cukup parah hingga dua kilometer.
Advertisement
Proses evakuasi sendiri berjalan lambat lantaran medan cukup sulit dilalui kendaraan derek. Selain itu, kepolisian dari Polres Cimahi juga perlu memindahkan ribuan paket bantuan ke truk lain agar bisa segera didistribusikan.
Hujan juga cukup menghambat pemindahan ribuan paket bantuan berupa sembako, alat mandi serta perabotan kebutuhan para pengungsi di sana. Jika dipaksakan paket-paket tersebut dikhawatirkan akan rusak.
Beruntung kejadian itu tidak memakan korban jiwa, maupun kendaraan lain yang berada di lokasi. Polisi juga langsung melakukan pengaturan lalu lintas, agar arus kendaraan bisa tetap terkondisikan.