Minyak Goreng Sulit, Wawali Kota Depok Imam Budi Hartono Ajak Warga Beralih ke Ini
Merdeka.com - Kelangkaan minyak goreng masih terus terjadi, termasuk di Kota Depok, Jawa Barat. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, pemerintah giat setempat melakukan operasi pasar, seperti yang digelar di Kantor Kecamatan Cilodong, Rabu (2/3/22) lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono turut mengajak serta masyarakat untuk mencoba alternatif lain, guna mengurangi penggunaan minyak goreng.
Berikut informasi selengkapnya.
Beralih ke Makanan Rebusan
Pria yang akrab disapa IBH ini mengatakan, salah satu cara masyarakat mengurangi penggunaan minyak goreng adalah dengan mengonsumsi makanan yang diolah dengan cara direbus atau dikukus.
Menurutnya, makanan yang diolah dengan cara tersebut akan berdampak baik bagi tubuh. Selain itu, mengonsumsi makanan hasil rebusan juga bisa mengurangi ketergantungan terhadap minyak goreng yang saat ini sukar didapatkan.
"Hindari makanan yang digoreng, mulai makan yang direbus-rebus karena lebih sehat," tuturnya, mengutip beritadepok.go.id, Selasa (8/3).
Ajak Warga Bertani di Perkotaan
Alternatif lainnya yang bisa dipraktikkan adalah dengan kegiatan pertanian di tengah perkotaan atau urban farming guna membentuk ketahanan pangan.
Konsep tersebut, kata dia, bisa diterapkan dengan memanfaatkan pekarangan di rumah masing-masing. Sejumlah sayuran bisa dibudidayakan termasuk cabai yang rawan mengalami kenaikan harga.
"Salah satunya cabai yang kerap naik harganya di pasaran, bisa digunakan metode urban farming sebagai alat mendukung ketahanan pangan warga Depok," ucapnya.
Sebelumnya, Bulog Sub Divre Cianjur telah mengalokasikan sebanyak 900 liter minyak goreng kemasan untuk warga di Kota Depok. Dari situ, masing-masing kelurahan telah menerima 75 liter minyak.
Namun untuk Sukamaju alokasinya sebanyak 150 liter karena jumlah warganya lebih banyak dari kelurahan lain.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya