Di libur akhir tahun, sejumlah destinasi wisata tetap diizinkan dibuka oleh pemerintah seperti di kampung adat Baduy, Desa Kanekes, Provinsi Banten.
Menanggapi ini, tetua adat Baduy Jaro Saija mengaku senang atas izin operasional tersebut. Namun pihaknya mewanti-wanti wisatawan agar mematuhi sejumlah peraturan saat menghabiskan malam tahun baru di sana.
"Kami minta wisatawan mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran klaster Covid-19," terang pria yang juga kepala desa Kanekes itu, Kamis (30/12), dilansir dari ANTARA.
Advertisement
Tidak Membuang Sampah Sembarangan
Jaro mengatakan, warganya merasa senang atas menurunnya sebaran virus. Karena itu, wisatawan bisa kembali berkunjung ke Baduy. Ia meminta wisatawan tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan saat di lokasi.
Selain itu, Jaro turut berharap, selama di desa adat pengunjung bisa menaati aturan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Menurutnya, di lokasi sudah tersedia tempat pembuangan yang dibuat oleh warga setempat.
Advertisement
Membawa Semangat Kebangkitan Ekonomi
Dibukanya izin wisata oleh pemerintah, membawa semangat perekonomian baru bagi warga setempat. Menurut Jaro, para warga yang memiliki usaha telah kembali menggelar lapak aneka kerajinan seperti kain tenun, souvenir, ikat kepala lomar, tas koja, pakaian kampret, batik Baduy hingga madu lebah alami. Di sana, wisatawan bisa menikmati keindahan alam serta memakan buah durian khas.
"Kami berharap dengan dibukanya wisatawan mampu meningkatkan ekonomi warga Baduy," katanya.
Sementara itu, seorang perajin Baduy warga Kadu Ketug bernama Amir, menyambut positif pembukaan kembali kawasan desanya untuk wisatawan.
"Kami berharap kehadiran wisatawan dapat menyumbangkan ekonomi bagi warga Baduy dengan membeli produk aneka kerajinan adat, " katanya.