Gerbang Keraton Kasepuhan di Cirebon Jawa Barat, baru-baru ini mendadak digembok dan terpasang spanduk bertuliskan segel pada Selasa (17/08) kemarin.
Berdasarkan pantauan di lapangan yang dimuat di Liputan6, penyegelan sendiri dilakukan oleh kelompok orang yang menamakan diri Santana Kesultanan Cirebon. Namun tak lama, salah seorang di lokasi menurunkan spanduk tersebut namun kondisi gembok masih terpasang.
"Saat ini Keraton Kasepuhan tidak memiliki sultan, dan dalam proses audit terkait penyalahgunaan aset Keraton Kasepuhan di bawah pengawasan Santana Kesultanan Cirebon" tulisan pesan dalam spanduk tersebut.
Adapun beberapa fakta turut diperoleh terkait penyegelan tersebut. Berikut informasinya
Advertisement
Penyegel Minta Keraton Dibenahi
Saat ditemui wartawan, Ketua Buhun Santana Kesultanan Cirebon, Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja di Keraton Kaprabonan Cirebon kemarin membenarkan jika penyegelan dilakukan oleh pihaknya.
Pangeran Heru mengatakan jika penyegelan merupakan upayanya untuk menyampaikan aspirasi, termasuk memediasi terkait pihak yang saat ini memegang tahta kekuasaan di Keraton Kasepuhan Cirebon. Ia pun meminta agar unsur di keraton tersebut dibenahi
"Kami segel agar keraton dibenahi. Kami meminta agar ada mediasi. Pemerintah juga mau melakukan apa yang menjadi keinginan kami," kata dia, Selasa (17/8) kemarin kepada wartawan.
Advertisement
Meminta Kekuasaan Dibekukan Terlebih Dahulu
Pria yang akrab disapa Pangeran Kuda Putih itu juga meminta agar kekuasaan di keraton yang kesohor di kota udang tersebut untuk dihentikan sementara.
Menurutnya, pembekuan aktivitas kekeratonan di sana terkait aktivitas keluarga sultan yang saat ini menduduki tahta bukan bagian dari pewaris kerajaan.
"Hingga sekarang tidak ada satu pun pernyataan saya yang menyebut saya berhak menjadi sultan. Saya hanya ingin dirapikan," kata Heru.
Advertisement
Mengklaim Keturunan Gunung Jati
Heru mengatakan, pihaknya dari Santana Kesultanan Cirebon merupakan keturunan atau keluarga sah dari Sunan Gunung Jati sehingga ingin melakukan mediasi.
"Kami ingin bicara dengan mereka. Mungkin mereka menganggap bahwa kami ingin merebut tahta," kata Heru.
Polemik antara Santana Kesultanan Cirebon dengan Keraton Kasepuhan ini telah terjadi sejak tahun lalu. Namun demikian, upaya media menghubungi pihak Keraton Kasepuhan untuk memberikan keterangan resmi hingga saat ini belum tercapai.