Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, baru-baru ini menginformasikan terkait melandainya penularan Covid-19 di wilayah kerjanya.
Kepala Dinkes Cianjur, Cahyo Supriyo yang dihubungi Rabu kemarin mengatakan jika sudah satu bulan terakhir tidak ada pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia. Ia juga mencatat jika saat ini di beberapa wilayah Kabupaten Cianjur sudah nol kasus.
"Untuk hari ini, tinggal 4 orang yang masih menjalani isolasi di rumah sakit, sedangkan empat orang lainnya sudah dinyatakan sembuh dan sudah kembali beraktivitas seperti biasa. Sedangkan satu bulan terakhir, tidak ada pasien yang meninggal karena Covid-19," kata Cahyo, melalui sambungan telepon, Rabu (27/10), mengutip dari ANTARA.
Advertisement
Lokasi Fasilitas Kesehatan Sudah Kembali Difungsikan untuk Umum
Menurut Cahyo, saat ini seluruh tempat isolasi terpusat seperti rumah sakit, vila khusus dan balai kesehatan, sudah kosong dari pasien. Bahkan, sebanyak tiga rumah sakit daerah di wilayahnya sudah kembali difungsikan untuk umum.
Sebelumnya dituturkan Cahyo, selama puncak pandemi gelombang kedua tercatat 10.859 orang pasien terkonfirmasi positif menjalani isolasi di tempat isolasi terpusat seperti rumah sakit, vila khusus dan isolasi mandiri.
Sementara itu, Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan bahwa hingga saat ini sebaran kasus penularan di sebagian besar wilayah Cianjur telah melandai hingga ada yang sudah masuk zona hijau alias nol kasus sejak dua bulan terakhir.
Advertisement
Galakkan Vaksinasi
Adapun penyelenggaraan vaksinasi massal melalui gebyar vaksinasi terus dijalankan guna mempercepat kekebalan kelompok di Cianjur.
Ditargetkan Kabupaten Cianjur akan mengejar capaian vaksinasi hingga 50 persen di pekan ini dan 70 persen di bulan depan sampai PPKM turun di level 1.
Langkah tersebut akan didukung lewat tenaga kesehatan di masing-masing puskesmas yang ada di Cianjur untuk dapat memberikan vaksinasi kepada 1.000 penerima setiap hari.
Diharapkan persentase vaksinasi dapat terus meningkat, dan melewati persentase vaksinasi yang baru mencapai 38 persen dari total 1,9 juta penerima saat ini.
"Kami juga masih mengimbau satgas dan gugus tugas untuk tetap melakukan pengawasan dan menggencarkan sosialisasi agar partisipasi warga untuk mendapatkan vaksinasi terus meningkat. Termasuk mendekatkan pusat layanan vaksinasi hingga ke tingkat RW, " tandas Yusman.