Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan bahwa dirinya siap menjadi orang pertama yang akan disuntik vaksin Coronavirus atau Covid-19 di tahun 2021 ini. Kesiapan tersebut berdasarkan arahan dari Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil beberapa waktu lalu.
"Sejak awal sesuai arahan Pak Gubernur, saya harus menjadi orang yang pertama di Jawa Barat untuk melaksanakan penyuntikan vaksin Covid-19. Oleh karena itu, saya menyatakan siap divaksin dan tinggal tunggu waktunya kapan sesuai arahan Satuan Tugas Covid-19 Jawa Barat," kata Uu, Sabtu (2/1/2021).
Dalam kesempatan itu, dirinya berpesan kepada seluruh masyarakat di Jawa Barat agar mau divaksin sebagai langkah penanganan di tengah wabah Covid-19 yang masih terus meningkat.
"Harapan kami pada seluruh masyarakat untuk tidak was-was lagi dalam melaksanakan vaksinasi ini. Karena ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memutus mata rantai Covid-19 di Jabar maupun nasional," ujarnya, mengutip dari Liputan6.
Advertisement
©2021 jabarprov.go.id/editorial Merdeka.com
Uu juga menyebut jika vaksin merupakan solusi di tengah terhambatnya aktivitas masyarakat dalam menunjang perekonomian akibat pandemi Covid-19, sehingga vaksin dan protokol 3 M merupakan solusi dari pemerintah dalam menyongsong aktivitas agar kembali normal.
Wagub juga menjelaskan bahwa pihaknya (Pemprov Jabar) akan menunggu arahan untuk bersinergi dengan pemerintah pusat, terkait rencana pemberian vaksin bagi masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil bersama jajaran Forkompimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) di Jabar termasuk ke dalam daftar relawan uji klinis fase 3 dari vaksin Bio Farma di Kota Bandung.
Diketahui, para relawan tersebut melakukan enam kali uji klinis, di antaranya penyuntikan pertama dan kedua di kunjungan kedua atau Visit 1 (V1) serta ketiga (V2) pada Agustus hingga September 2020.
Advertisement
Untuk diketahui, perusahaan Holding BUMN Farmasi, Bio Farma siap memantau pendistribusian vaksin melalui Command Center. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas vaksin yang sangat sensitif terhadap perubahan suhu.
Oleh karena itu, selain menerapkan 2D data matrix dalam kemasan primer, sekunder dan tersier untuk memastikan ketelusuran (identifikasi) dan keaslian produk (otentikasi). Bio Farma juga menerapkan teknologi Internet of Things (IoT) dengan memasang sensor suhu dan GPS (global position system) di kendaraan angkutan pendistribusi vaksin.
Pemantauan sendiri dilakukan agar suhu vaksin bisa terus terpantau di dalam ruangan berpendingin dalam kendaraan dan posisi pergerakan kendaraan selama perjalanan dapat diketahui secara real time kapanpun dibutuhkan.
“Bio Farma telah membangun Sistem Manajemen Distribusi Vaksin (SMDV) yang terintegrasi secara bertahap dengan sistem lain di dalam dan di luar Holding BUMN Farmasi termasuk Command Center yang dilengkapi dengan dashboard IoT untuk memonitor segala kondisi yang terjadi dalam perjalanan, termasuk batasan suhu yang dipantau secara real time, lokasi, kecepatan dan kondisi darurat lainnya; dan dashboard tracking vaksin untuk memonitor pergerakan vaksin,” mengutip dari keterangan tertulis di jabarprov.go.id, Sabtu (2/1/2020).