Prinsip saling membantu satu sama lain layaknya perlu diterapkan dalam memperbaiki efek langsung akibat wabah Covid-19. Salah satu lini yang paling banyak terdampak adalah perekonomian yang merupakan basis pokok kehidupan masyarakat.
Untuk meringankan beban ekonomi di tengah masa pandemi, sekelompok pemulung yang tergabung di dalam Paguyuban Pemulung Kecamatan Bojongsari Kabupaten Depok, Jawa Barat bahu membahu meberikan bantuan.
Mereka menyisihkan sebagian penghasilan untuk dibelikan sembako dan membagikannya kepada warga demi membantu masyarakat yang terdampak langsung.
Advertisement
Disalurkan Kepada 40 Kepala Keluarga
Dilansir dari akun facebook Kitabisa.com, para pemulung tersebut menyisihkan sebagian hasil pendapatan mereka untuk dibelikan dengan beberapa jenis sembako seperti, beras, sirup, mie instan, minyak goreng dan juga kopi. Sembako tersebut dibagikan kepada sekitar 40 kepala keluarga di Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok Jawa Barat.
Advertisement
Atas Dasar Kemanusiaan
Menurut Dani Sanusi, selaku koordinator pemulung di paguyuban tersebut mengungkapkan, jika upaya tersebut merupakan dasar kemanusiaan kepada sesama.
Sanusi juga menjelaskan bahwa di sekitar kita masih banyak warga yang lebih membutuhkan dan kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19, terutama di Bulan Ramadan seperti saat sekarang ini.
“Atas dasar kemanusiaan kami berusaha memberikan bantuan kepada masyarakat,” katanya pada Jumat 24 April 2020 lalu yang dilansir dari headtopics.
Advertisement
Bersinergis Dengan Pemerintah
Sementara itu, Dede Hidayat selaku Camat Bojongsari sangat mengapresiasi gerakan Paguyuban Pemulung Bojongsari untuk membantu sesama di masa-masa sulit seperti sekarang ini.
Menurutnya, gerakan inspiratif tersebut dapat membantu upaya Pemerintah Kota Depok dalam memberikan dan meringankan beban perekonomian masyarakat selama masa pandemi.
“Pemulung saja mau membantu masyarakat yang kesulitan dan ini menjadi tolak ukur kepedulian masyarakat diwilayah Kecamatan Bojongsari,” ungkap Dede Hidayat.