Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Bandung direncanakan akan mulai digelar pada pekan kedua September 2021. Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, dari 2.000 sekolah yang ada di Kota Bandung, 1.692 di antaranya telah menyatakan kesiapannya untuk menggelar PTM. Meski begitu, pihak Pemkot Bandung masih akan melakukan verifikasi kesiapan sarana dan prasarana sekolah untuk mencegah penularan Covid-19.
"Kemarin yang lolos baru sekitar 330 sekolah, sekarang juga akan disiapkan lagi, sehingga dalam kondisi tersebut diperkirakan PTM bisa dilaksanakan pekan kedua September selama tidak ada perubahan kebijakan dari pusat," kata Ema di Bandung, Senin (30/8) seperti dilansir dari Antara.
Ema juga menyebutkan sejumlah syarat yang wajib diperhatikan sebelum pelaksanaan sekolah tatap muka dimulai.
Advertisement
Maksimal 50 Persen dari Kapasitas
©2021 Merdeka.com/Arie Sunaryo
Ema mengatakan, persyaratan bagi sekolah yang akan melaksanakan PTM sudah tertuang dalam Peraturan Wali Kota Bandung dan buku pedoman PTM. Sehingga sekolah yang menyatakan siap, namun sarananya belum lengkap, perlu memperhatikan Perwal dan buku pedoman PTM tersebut.
Adapun salah satu syarat tersebut adalah diterapkannya pembatasan bagi siswa sebesar 50 persen di setiap ruang kelas di sekolah yang diizinkan PTM.
"Dalam pelaksanaannya maksimal 50 persen siswa di setiap ruang kelas, dengan pola waktu yang dibatasi sesuai dengan pedoman yang telah dikeluarkan," katanya.
Advertisement
Jam Belajar Maksimal Dua Jam
Selain perlu menyiapkan sarana protokol kesehatan, sekolah yang dinyatakan lolos untuk pelaksanaan PTM juga perlu mengatur alur keluar masuk siswa. Jam pelajaran pun turut dibatasi, hanya satu jam per satu mata pelajaran
Ema mencontohkan, misalnya untuk SMP, kelas VII masuk pukul 07.00 WIB, kelas VIII masuk pukul 07.30 WIB, dan kelas IX masuk pukul 08.00 WIB. Begitu pun pada waktu pulangnya, kelas VII pulang pukul 09.00 WIB, kelas VIII pukul 09.30 WIB, dan kelas IX pukul 10.00 WIB.
"Batasnya hanya dua jam pelajaran, maksimal satu pelajaran itu satu jam, dan tidak ada kantin, PKL, dan mereka (siswa) diwajibkan bawa makan sendiri, perlu bawa hand sanitizer walaupun ada sarana cuci tangan," kata Ema.
Advertisement
Tak Menyalakan Pendingin Ruangan
Sebelumnya Pemkot Bandung telah melakukan simulasi PTM dengan hanya melibatkan 30 persen siswa. Pada satu kelas, menurut Ema, paling banyak diikuti oleh delapan siswa.
Dalam uji coba itu, penempatan meja pun turut diatur termasuk tidak menyalakan pendingin ruangan AC untuk meminimalisir penyebaran virus.
"Paling banyak delapan orang, dengan jarak meja, masuk dengan protokol kesehatan seperti apa kemudian masuk di ruang pelajaran tidak menyalakan AC, semua jendela dibuka kemudian jarak antar meja juga diatur," pungkas Ema.