4 Fakta Kasus Covid-19 Terkini Kota Bandung, Jadi Rekor Tertinggi dari Pertama Muncul

Koordinator Bidang Perencanaan, Data, Kajian dan Analisa Gugus Tugas COVID-19 Kota Bandung, Ahyani Raksanagara menyebutkan jika pada Rabu, (25/11) kemarin Kota Bandung mengalami pertumbuhan angka kasus Covid-19 hingga 146 yang disebutnya sebagai rekor selama Covid-19 muncul di kota tersebut sejak Maret 2020 lalu.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
4 Fakta Kasus Covid-19 Terkini Kota Bandung, Jadi Rekor Tertinggi dari Pertama Muncul
Ilustrasi Covid-19. Liputan6 ©2020 Merdeka.com

Angka terkonfirmasi Covid-19 di Kota Bandung masih terus bertambah. Bahkan per Rabu, (25/11) kemarin jumlah persebarannya telah mencapai angka tertinggi hingga mencapai 146 orang.

Koordinator Bidang Perencanaan, Data, Kajian dan Analisa Gugus Tugas COVID-19 Kota Bandung, Ahyani Raksanagara menyebutkan bahwa hal tersebut merupakan rekor setelah kemunculannya di Indonesia pada awal Maret 2020 lalu.

"Sepertinya begitu (angka kasus tertinggi per hari)," tuturnya seperti merdeka.com lansir dari ANTARA.

Penambahan Kasus Mencapai Angka 100 Per Hari

Ahyani menyebut hal demikian lantaran sebelum-sebelumnya angka pertumbuhan Covid-19 di wilayah tersebut tak pernah menyentuh di angka 100. Sehingga total terkonfirmasi Covid-19 secara kumulatif sudah mencapai angka 3.185 orang, dengan adanya penambahan rekor harian tersebut.

Selain itu, kini angka kasus terkonfirmasi aktif juga telah mencapai angka 623 orang yang belum sembuh. Terkait hal itu, terdata juga sebanyak 7 orang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 dengan total keseluruhan angka kesembuhan sebanyak 2.451 orang.

"Melihat temuan kasus positif meningkat karena pelacakan dan pemeriksaan laboratorium terus dilakukan. Pergerakan manusia antar daerah tidak ada pembatasan," kata Ahyani.

Banyak yang Tak Disiplin

Terdapat satu hal yang menjadi perhatian Ahyani, yakni terkait tingginya angka pergerakan manusia yang tak diimbangi dengan penerapan protokol kesehatan di Kota Bandung.

"Angka reproduksi memang rendah namun yang positif di masyarakat tinggi, karena memang kontak antar manusia tinggi," kata dia.

Dirinya mengimbau agar masyarakat segera membatasi aktivitas yang tidak perlu di luar rumah, terutama kegiatan yang berpotensi mengundang penularan dari virus asal China tersebut.

"Bila ada kelompok rentan di keluarga, maka lebih waspada dalam menerapkan protokol kesehatan. Kurangi pertemuan antar orang dan batasi pergerakan yang tidak perlu," katanya. 

Rumah Sakit Mulai Kritis

Sementara itu Kamis (26/11/2020) lalu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna juga menyebut jika wilayahnya berada dalam situasi darurat penanganan Covid-19.

Penyebabnya adalah ketidakseimbangan antara ketersediaan ruang isolasi dengan jumlah pasien yang kian bertambah. Saat ini angka kasus terkonfirmasi Covid-19 secara kumulatif sudah sebanyak 3.039 orang.

Ketersediaan tempat tidur di ruang isolasi pun sudah terisi sebanyak 90 persen lebih.

"Kita sudah masuk situasi cukup darurat bahwa Kota Bandung sudah harus konsentrasi, upaya penanganan harus maksimal lagi karena jumlah kasus serta kapasitas ruang isolasi yang mengkhawatirkan," kata Ema di Bandung, Jawa Barat, Kamis (26/11/2020) lalu.

Tempat Keramaian Diduga Penyebab

Dari situ, Ema meminta agar seluruh jajarannya mengevaluasi terkait penerapan relaksasi yang berlaku terhadap sejumlah sektor di Bandung. Walaupun saat ini belum ada konfirmasi terkait klaster yang mendapat kelonggaran.

"Bahkan bisa saja kalau meningkat kita usulkan ke wali kota untuk mengurangi jam operasionalnya. Atau yang melanggar cabut lagi izin kegiatannya," katanya.

Dalam kesempatan itu, ia terus meminta kepada masyarakat agar memahami dan menerapkan protokol kesehatan secara maksimal sekalipun di lingkungan keluarga atau perumahan tempat masyarakat itu tinggal.

"Di rumah pun kalau perlu bermasker dan jaga jarak. Begitu datang dari luar, segera mandi dulu dan jangan langsung bersentuhan dengan keluarga, ganti baju dulu," demikian kata Ema Sumarna.

Rekomendasi