Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rusia turunkan polisi militer ke lokasi dugaan serangan senjata kimia di Suriah

Rusia turunkan polisi militer ke lokasi dugaan serangan senjata kimia di Suriah douma suriah. ©Moscow Times

Merdeka.com - Kementerian Pertahanan Rusia mengerahkan polisi militer ke lokasi dugaan serangan senjata kimia di Douma, Suriah.

Rusia menuturkan mereka kini akan berperan sebagai 'penjaga ketertiban' di Douma dan situasi di kota itu kini berangsur normal.

Laman Sky News melaporkan, Kamis (12/4), Moskow juga mengumumkan pasukan Suriah kini menguasai penuh Kota Douma yang menjadi kantong terakhir pemberontak di Ghouta Timur, pinggiran Damaskus.

"Pengibaran bendera di sebuah gedung di Kota Douma menjadi penanda kekuasaan penuh atas kota ini di keseluruhan Ghouta Timur," kata mayor Jenderal Yuri Yevtushenko, Kepala Pusat Rekonsiliasi dan Perdamaian.

Cuplikan stasiun televisi Rusia memperlihatkan bendera negara Suriah berkibar di sebuah gedung sementara kerumunan massa membawa bendera di tengah reruntuhan puing-puing gedung.

Douma menjadi kota tempat diduga terjadinya serangan senjata kimia. Negara Barat dipimpin AS, termasuk Prancis dan Inggris, menuding Assad bertanggung jawab atas serangan itu.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP