Paus Fransiskus memperoleh hadiah yang tidak biasa dari Presiden Bolivia, Evo Morales saat mengunjungi Bolivia, Amerika Selatan, Kamis (9/7). Hadiah tersebut berupa patung yesus yang disalib di simbol palu arit.Dilansir AFP, Sabtu (11/7), pahatan itu memiliki arti penyatuan simbol kristen dan ajaran komunis. Benda tersebut dibuat oleh Luis Espinal Camps, seorang penyair dan artis yang dibunuh pada 1980 oleh paramiliter sayap kanan, era kediktatoran Bolivia di bawah Luis Garcia Meza.Paus sempat memberikan penghormatan kepada Espinal, di tempat kematiannya, dalam perjalanan dari bandara ke La Paz.Para pemimpin katolik setempat menilai bahwa pemberian hadiah yang tidak biasa tersebut sesuai dengan kepribadian Morales. Menurut, misionaris dari gereja Amazon, dia bersama pimpinan agamanya terbiasa dengan sikap Morales."Kami terbiasa dengan orisinalitas kreatif Presiden Morales," kata Eugenio Coter, dari daerah misionaris Amazon Gereja Bolivia."Ini adalah provokasi, lelucon" kata Uskup Bolivia Gonzalo del Castillo.Menteri Komunikasi Bolivia, Marianela Paco, menjelaskan pemberian hadiah itu tidak melambangkan sikap politik Morales, tetapi simbol perhatian kepada kepada orang miskin dan terpinggirkan."Sabit untuk membangkitkan petani, palu tukang kayu yang mewakili pekerja yang rendah hati serta umat Allah," kata dia.Vatikan mengatakan, Paus tidak membuat komentar khusus tentang hadiah itu. Ahli agama Francisco Zaratti mengatakan hadiah itu ketinggalan zaman."Di tahun 70-an suatu obyek seperti masuk akal, itu merupakan komitmen untuk sosialisme. Hari ini setelah jatuhnya Tembok Berlin, itu milik masa lalu," katanya.
Presiden Bolivia beri hadiah salib palu arit ke Paus Fransiskus
Hadiah itu diberikan Evo Morales saat Paus mengunjungi Bolivia, Amerika Selatan.
Rekomendasi