Kim Jong-un Beri Pejabat Partai Kosmetik Korsel sebagai Kado Tahun Baru

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un membagikan kado tahun baru kepada para pejabat partai. Isinya berupa kosmetik produksi Korea Selatan, kendati produk dari Korsel resmi dilarang di negara tersebut.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Kim Jong-un Beri Pejabat Partai Kosmetik Korsel sebagai Kado Tahun Baru
Delegasi Korsel bertemu Kim Jong Un. ©KCNA/via Reuters

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un membagikan kado tahun baru kepada para pejabat partai. Isinya berupa kosmetik produksi Korea Selatan, kendati produk dari Korsel resmi dilarang di negara tersebut.

Belakangan ini, hubungan diplomatik Korut dan Korsel mulai mencair, sementara Korut tengah berupaya menegosiasikan sanksi internasional yang diberlakukan karena program pengembangan nuklir dan senjatanya.

Harian Chosun, mengutip sebuah sumber, mengatakan para pejabat keuangan dari partai yang berkuasa di Korut membeli 1.000 set kosmetik Korea Selatan di prefektur otonom Korea Yanbian di Provinsi Jilin, China timur laut pada November lalu.

Mereka membayar nota tagihan dalam mata uang dolar. Sumber ini mengatakan kosmetik tersebut diberikan kepada pejabat partai penguasa Komite Pusat sebagai kado tahun baru dari Kim. Demikian dilansir dari South China Morning Post, Kamis (24/1).

Berdasarkan laporan tersebut, pembelian kosmetik ini diketahui ketika hadiah langka ini mulai dijual di pasar Korea Utara oleh keluarga penerima kado. Di Korut, penyuapan terhadap elite dengan mengirimkan hadiah dalam berbagai perayaan merupakan hal biasa, termasuk saat ulang tahun pemimpin Korut sebelumnya, Kim Jong-il dan Kim Il-sung. Tujuannya untuk memelihara loyalitas para pejabat kepada dinasti Kim.

Hadiah yang dibagikan biasanya berupa minuman, permen, daging dan garpu, dan jam tangan. Kim Jong-un pernah dilaporkan memberikan arloji buatan Swiss kepada 100 jenderal militer pada Mei 2016 saat kongres Partai Buruh.

Korut memiliki produk kosmetik ternama seperti Unhasu. Namun produk Korsel jauh lebih terkenal di kalangan orang-orang kaya dan berkuasa, berdasarkan penuturan pembelot Korut.

"Kosmetik Korsel dijual dengan harga tiga kali lebih mahal dari produk China di Korut, karena menurut Korut produk Korsel memiliki kualitas lebih bagus dan cocok dengan kulit mereka," kata pembelot Korut yang kini tinggal di Korsel, Kim Yong-hwa, kepada South China Morning Post.

"Produk Korsel secara resmi dilarang di Korut tapi tersedia di pasaran jika Anda tahu. Pembeli segera menghapus labelnya setelah membeli barang-barang (produk Korsel) dari penjual yang biasanya menyembunyikan berbagai produk tersebut di tempat aman," lanjutnya.

Yong-hwa menambahkan, kosmetik Korsel cukup populer sebagai kado pernikahan dari pengantin pria kepada mempelai perempuan.

Rekomendasi