Kemlu tahan pemulangan WNI mantan sandera militan Filipina

Kemlu lebih utamakan pemulihan kondisi Sofyan dan Ismail terlebih dahulu.

Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Kemlu tahan pemulangan WNI mantan sandera militan Filipina
Muhammad Sofyan kabur dari Abu Sayyaf. ©REUTERS/Stringer

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI BHI) Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, Kementerian Luar Negeri masih menahan pemulangan WNI korban sandera kelompok bersenjata di Filipina, Sofyan dan Ismail. Hal itu tidak menjadi prioritas utama saat ini, tetapi lebih kepada faktor pemulihan trauma dua WNI tersebut.

"Saat ini pemulangan belum menjadi prioritas. Prioritasnya adalah pemulihan trauma dan menggali info sebanyak mungkin dari keduanya untuk kepentingan sandera lainnya," ucap Iqbal di Jakarta, Minggu (21/8).

Meski demikian, Kementerian Luar Negeri terus berhubungan dengan keluarga dua mantan sandera terkait keinginan Kemlu yang belum bisa memulangkan mereka.

"Sejauh ini keluarga bisa memahami hal tersebut," kata Iqbal.

Muhammad Sofyan dan Ismail merupakan dua korban sandera kelompok bersenjata Filipina yang berhasil kabur. Sofyan lebih dulu ditemukan, baru kemudian Ismail.

Keduanya merupakan awak kapal TB Charles 001 yang disandera hampir dua bulan lalu. Sofyan bercerita dia kabur dengan cara berenang hingga ke daratan. Hingga saat ini, keduanya masih berada di Filipina dan dalam perlindungan KBRI Manila.

Rekomendasi