Dewan Kota Oxford mencabut penghormatan tertinggi untuk Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi. Dia dinilai tak layak menjadi penerima penghargaan pejuang kemanusiaan karena sikapnya dalam konflik Rohingya.Dewan kota Oxford memberikan suara pada hari Senin (27/11) untuk secara permanen menghapus gelar kehormatan tersebut dari Suu Kyi."Hari ini kita telah mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk melepaskan penghargaan tertinggi dari kota ini, karena lamban dalam menghadapi penindasan terhadap populasi minoritas Rohingya," kata anggota dewan kota Mary Clarkson yang mengajukan mosi tersebut, menurut BBC."Oxford memiliki tradisi lama menjadi kota dengan penduduk yang beragam dan manusiawi, dan reputasi kita ternoda jika menghormati orang-orang yang menutup mata terhadap kekerasan. Kami berharap suara kecil kami hari ini bisa bertambah untuk orang lain yang menyerukan hak asasi manusia dan keadilan bagi orang-orang Rohingya," tambahnya.BBC menambahkan bahwa St Hugh's College, Oxford, tempat Aung San Suu Kyi belajar, sudah melepaskan fotonya dari dinding. Pemungutan suara dilakukan oleh dewan kota Oxford saat Paus Fransiskus mengadakan diskusi dengan kepala militer Myanmar.Aung San Suu Kyi mendapat gelar kehormatan pada tahun 1997, sebagai pengakuan atas perjuangannya untuk demokrasi di Myanmar yang berada di bawah kekuasaan militer.Kini Suu Kyi dinilai tak berbuat apa-apa untuk kaum Rohingya yang ditindas di Rakhine. Dia juga menyalahkan media asing yang menurutnya tak memberitakan secara berimbang apa yang terjadi di sana.Lebih dari 600.000 masyarakat Rohingya melarikan diri ke Bangladesh selama dua setengah bulan terakhir.
Dewan kota Oxford cabut gelar kehormatan untuk Aung San Suu Kyi
Dewan kota Oxford cabut gelar kehormatan untuk Aung San Suu Kyi. Dia dinilai tak layak menjadi penerima penghargaan pejuang kemanusiaan karena sikapnya dalam konflik Rohingya.
Advertisement
Rekomendasi