Adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Yo Jong menyerang AS dan Korea Selatan pada Selasa, seperti dilaporkan media pemerintah. Serangan terbaru dilontarkan saat Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan AS memulai kunjungannya ke Tokyo dan Seoul.
AS dan Korea Selatan mulai latihan militer gabungan pekan lalu dan koran pemerintah Korea Utara, Rodong Sinmun memuat pernyataan dari Kim Yo Jong.
“Nasihat untuk pemerintahan baru AS yang berusaha menyebarkan bau mesiu di tanah kami dari seberang lautan,” ujar Kim Yo Jong dalam pernyataannya, dilansir France 24, Selasa (16/3).
“Jika Anda ingin tidur nyenyak selama empat tahun ke depan, sebaiknya jangan berulah dari awal yang akan membuat Anda tak bisa tidur nyenyak,” ancamnya.
Ini adalah pernyataan eksplisit pertama Korea Utara kepada presiden baru AS, lebih dari empat bulan setelah Joe Biden terpilih untuk menggantikan Donald Trump - meskipun tak menyebut secara gamblang nama Joe Biden.
Kim Yo Jong adalah penasihat tepercaya Kim Jong Un dan berada di garda depan saat ketegangan Korea Utara dan Korea Selatan meningkat tahun lalu, di mana Korea Utara meledakkan kantor penghubung di wilayah perbatasan kedua negara.
Advertisement
Seoul dan Washington adalah sekutu. AS menempatkan sekitar 28.500 tentara di Korea Selatan untuk melindungi sekutunya dari negara tetangga, dan mereka memulai latihan militer gabungan pekan lalu.
Korea Utara selalu mengecam latihan semacam, menyebutnya persiapan untuk invasi, dan dalam pernyataannya, Kim Yo Jong mengatakan, “Pemerintah Korea Selatan sekali lagi mementingkan 'Barisan Perang, ‘Barisan Krisis' daripada 'Barisan kehangatan' daripada rakyatnya.”
“Tidak akan mudah bagi hari-hari musim semi yang hangat tiga tahun lalu terulang kembali jika pemerintah Korea Selatan mengikuti instruksi apa pun dari tuannya,” tambahnya sembari mengancam akan membatalkan perjanjian militer Utara-Selatan jika Seoul bertindak “semakin provokatif”.