Selama dua hari di Surabaya Jawa Timur dilakukan festival media, yang digelar oleh Aliansi jurnalis Independen (AJI) Pusat, tanggal 16-17 Mei 2014 di Jatim Expo. Acara festival media itu diselingi pameran, aksi panggung, pemutaran film, pameran media, pameran foto, dan juga seminar serta pelatihan atau workshop.
Ini acara kali ketiga dilaksanakan. Setelah Bandung, akhir tahun 2013, Yogya di awal tahun, kali ini di Surabaya. merdeka.com dan grup KLN Network ikut menjadi salah satu sponsor di acaranya para awak media massa tersebut. Dalam kesempatan tersebut, merdeka.com ikut berbagi cerita tentang seminar yang mengambil tema: Media Lokal Menantang Perubahan.
Kecuali itu, awak merdeka.com, Imam Mubarok yang selama ini berkutat di Kediri, Jawa Timur, ikut pameran foto. Barok — begitu biasa dipanggil — dalam kesempatan itu memamerkan foto-foto karyanya sepanjang 2012-2014. Foto-foto tentang pengungsian dan saat Gunung Kelud meletus menjadi perhatian publik.
Tak mengherankan bila Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf yang biasa dipanggil Gus Ipul, kepincut dengan dua foto Barok. “Dua foto saya diambil Gus Ipul. Dibeli. Nanti dibayar,” kata Barok, bangga. Kedua foto itu memang bagus, menarik, dan humanis. Keduanya cerita tentang pengungsi.
“Setelah Gus Ipul melihat pameran foto, dia mendekat dua foto karyaku. Terus dia bilang ini bagus, aku beli ya,” kata Barok menirukan Gus Ipul. Kemudian, ajudan wakil gubernur pun mendekat dan menjelaskan, bahwa kedua foto itu akan dibayar. “Terima kasih,” kata Barok. Harganya sih tidak mahal, relatif, yakni masing-masing Rp 2 juta per pigura. Namun demikian, ini merupakan penghargaan yang besar bagi seorang gubernur kepada rakyatnya, kata Barok.
Selain menggeluti foto, Barok adalah koresponden yang pada saat Kelud, namanya moncer, Mantan wartawan Radar Surabaya yang diposkan di Kediri ini, selain sibuk menjadi jurnalis juga berbagi ilmu sebagai dosen di kampus Lirboyo, Kediri, Jatim. Barok tidak sendirian dalam pameran di Jatim Expo tersebut, tepi bersama fotografer lainnya, Rudy Mulya dan Destyan S (Antara), serta Choiruurozeq (Radar Tulungagung).
Dengan pameran, dan karyanya dibeli pejabat, maka bagi Mubarok moment melecut dirinya untuk lebih berprestasi. Dia akan meningkatkan kualitas fotonya, lagi dan lagi. Selamat bro.