Info penting dari tamu Seknas Jokowi

Ada politisi PDIP yang punya ide mengangkat Jokowi jelang pemilu legislatif, setelah itu direvisi.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Info penting dari tamu Seknas Jokowi
Deklarasi Seknas Jokowi di Yogyakarta. ©2014 merdeka.com/kresna

Dalam dua hari berturutan, kami kedatangan tamu dari PAN dan Seknas Jokowi . Sehingga kami sudah tahu beberapa tentang rencana Megawati memberikan mandat pada Jokowi untuk mencalonkan diri sebagai presiden RI 2014-2019.

Tamu pertama hari Selasa (11/3/14) dari PAN, yang dipimpin oleh Didik J Rachbini. Kami sengaja ke sini, untuk 'meracuni' rekan-rekan media, kata Didik J Rachbini dari PAN, sambil berkelakar.

Didik yang pernah jadi cawagub DKI, datang bersama senator (DPD) AM Fatwa yang juga senior politisi PAN serta Dwiki Dharmawan, musisi yang juga gabung PAN. Didik masuk calon legislatif di daerah pemilihan (Dapil) Jakarta Timur, sedangkan Dwiki untuk Jakpus-Jaksel-Luar Negeri.

Sebagai orang yang lama di dunia riset dan akademisi, Didik tak menampik adanya hasil survei yang memang belum menguntungkan PAN. Namun dia tetap yakin lolos ke Senayan. Paling tidak, kata Didik, dia masih punya suara yang memilihnya sebagai bagian dari cerminan ketika dia masuk sebagai pengumpul suara ketiga setelah Jokowi-Ahok, Foke-Nachrawi. Dwiki yang nyaleg untuk Jakpus dan Jaksel, membawa misi industri kreatif.

Meski mereka punya ide, tampaknya merasa tidak gampang. Sebab, kata Didik, demokrasi kita ini, miskin substansi. Secara tak langsung, bahwa masyarakat dalam pandangan dia, lebih melihat sesuatu yang menarik emosional daripada substansi. Ujungnya, baik Didik maupun AM Fatwa kesannya berharap agar Jokowi tak maju. Alasannya, ya kerjaan di Jakarta belum selesai amanahnya.

Tentu saja kita tidak searah. Dalam beberapa hal, terjadi perdebatan antara kami dengan teman-teman dari PAN. Dari redaksi, mereka diterima langsung oleh Pemimpin Redaksi Didik Supriyanto dan jajaran redaksi. Didik yang juga dikenal aktif di Perludem dan narasumber soal-soal Pemilu dalam beberapa hal, sempat berdebat keras dengan Didik dan tim PAN.

Di hari Rabu (12/3/14), kami juga menerima tim dari Seknas Jokowi , yang dipimpin Raharjo Waluyojati, Dono, Anung, dan Daru. Yang ini mengaku bukan bagian resmi PDIP tempat Jokowi sebagai kader , tapi bagian masyarakat yang ingin mewujudkan Jokowi sebagai presiden RI. Kami berusaha merespons apa yang menjadi harapan masyarakat, kata Jati.

Seperti halnya kebanyakan orang bertanya-tanya tentang kepastian Jokowi , hal itu pun muncul dalam diskusi. Mereka pun tidak memberikan jawaban pasti, tapi arah ke sana bisa dilihat dari sinyal-sinyal yang ada. Kami sudah ketemu Jokowi dan Pak Darto, kata mereka. Darto dimaksud adalah Ketua MPR Sidarto Danusubroto .

Pembaca, begitulah kesibukan kami di redaksi. Tamu-tamu dari berbagai lapisan masyarakat sering datang dan tentu saja kita sambut dengan baik. Tentu saja memberikan banyak manfaat, dengan adanya tamu-tamu itu. Latar belakang informasi penting, yang off dan on the record. Sehingga dalam menyampaikan ke pembaca lebih memiliki frame yang konstruktif.

Makanya, ketika pada Jumat siang Jokowi mendeklarasikan, kita sudah menduga. Salah satunya info dari tim Seknas Jokowi ini. Sebab, logikanya adalah hanya dengan mengangkat Jokowi capres maka kursi PDIP bias sampai di atas 30% sebagai syarat mencalonkan diri tanpa harus koalisi. Meski ada yang tak sedap: Ada politisi PDIP yang punya ide mengangkat Jokowi dulu jelang pemilu legislatif, nanti setelah itu direvisi. Gila nggak?! kata mereka. Kalau itu terjadi? Ya rakyat yang akan bergerak, tukas Jati yang mantan aktivis PRD dan korban penculikan ini.

Sebelumnya orang-orang yang 'kampanye' dialogis di markas kami di Tebet, adalah Gita Wirjawan, Mahfud MD, Dahlan Iskan, dan lain-lain. Mereka adalah para capres yang tinggal menunggu gongnya setelah hasil pileg.

Meski kita tak menolak calon dari partai manapun dating ke redaksi, posisi merdeka.com tetap independen, tidak memihak salah satu calon manapun. Silakan awasi kami.*** 

Halaman
Rekomendasi