Sudah sejak akhir bulan lalu, wajah merdeka.com ada yang beda. Yakni adanya nama-nama Capres yang mendapatkan posisi sementara hasil polling di halaman khusus kami, halaman PEMILU.
Dalam halaman itu, yang dirancang oleh Pemred Didik Supriyanto dan Titis Widyatmoko, didukung perwajahan yang detail oleh team Jeffrie serta bagian produk Ivan Valentino, halaman ini tidak main-main. Sebenarnya rancangannya adalah sudah hampir setahun. Namun, animo terhadap parpol belakang ini semakin lemah karena banyak kader Parpol jadi saba KPK, jadinya munculnya tertunda terus.
Tapi, suka tidak suka, mau tidak mau, pemilihan umum (Pemilu) tetap akan digelar. Pesta demokrasi, kudu jalan, yakni pada April untuk pemilihan legislatif wakil rakyat di DPR dan DPRD serta DPD. Sedangkan pemilihan presiden (Pilpres), akan dilakukan Juli.
Sebagai gimmick untuk menarik dan pemanis yang membuat seru, adalah polling presiden. Merdeka.com dalam membuat polling sengaja mencantumkan seluruh nama yang berkembang di masyarakat. Baik yang menyebut dirinya maupun yang sudah dicalonkan resmi Parpol.
Yang kami tampilkan adalah kandidat yang serius, dalam arti mereka ikut konvensi partai, pernah disebut oleh partai, dan terlibat dalam beberapa pertemuan ke masyarakat untuk pencalonannya, juga aktif diundang mengenai visi kenegaraan di berbagai acara resmi televisi, partai, kampus, dan LSM, serta namanya muncul dalam survei-survei. Tapi kemudian ada pemintaan dari masyarakat yang akhirnya kami tampung dan munculkan.
Maka tersebutlah nama Aburizal Bakrie, Anise Baswedan, Ahmad Heryawan, Gita Wiryawan, Jusuf Kalla , Wiranto, Joko Widodo, Prabowo , Hatta Rajasa, Surya Paloh, Megawati SP, Dahlan Iskan, Ali Masykur Musa, Dinno Patti Djalal, Djoko Suyanto, Endriatono Sutarto, Harry Tanoe, Hidayat NW, Hayono Isman, Isran Noor, Ani Yudhoyono, Marzuki Alie, Mahfud MD, Irman G, Sinyo Sarundajang, Rhoma Irama.
Beberapa nama yang muncul dan diminta oleh beberapa anggota masyarakat adalah, Emirsyah Sattar (Dirut Garuda), Gubernur BI Agus Martowardojo, Rizal Ramli, dan tak mau ketinggalan anak muda yang kabarnya digugat cerai Nia Daniaty istrinya, yakni Farhat Abbas . Sayang Farhat yang berpengalaman luas termasuk kalah telak saat pemilihan bupati di Sulawesi, tak laku di pembaca, jadi namanya nggak muncul.
Sistem polling ini memilih Capres dan Cawapres. Pasang-pasangan. Dari sepuluh besar, maka dapat diketahui bahwa siapapun Capresnya, wakilnya adalah Jokowi . Sebaliknya begitu. Dan siapapun wakilnya, presidennya Jokowi .
Urutan tertinggi, adalah Capres Prabowo dengan wakilnya Jokowi . Kedua Capres Jokowi dan wakilnya Prabowo . Ketua PDIP Megawati tidak masuk dalam jajaran 10 besar. Soelah, dari situasi ini, banyak yang menjagokan Jokowi . Apakah benar nanti pada Juli akan terjadi, tidak bisa dipastikan.
Berita lengkap mengenai Prabowo Subianto bisa diakses di Liputan6.com
Namun, perlu diketahui bahwa dalam pemilihan metode yang dilakukan di sini adalah, berdasarkan komputer dan juga pengguna akun Facebook, Twitter, dan Google+. Bila akun-akun itu sudah memilih, maka tidak bsia memilih lagi. Sampai dengan hari Sabtu malam, sediktinya sudah sudah 5 ribu lebih pengguna FB memilih, ditambah Tweeps di bawah seribu dan G+ cuma 150-an. Namun yang sudah melihat tapi belum memilih hampir 10 ribu.
Apakah kurang animo? Atau masyarakat apatis? Tenang saja, masih jauh. Masa kampanye saja juga belum. Sebagai catatan saja, bahwa hasil yang ada di merdeka.com bukan sesuatu yang memberi sinyal resmi tentang situasi mendatang. Polling Capres & Cawapres 2014 ini merupakan simulasi yang diselenggarakan oleh Merdeka.com untuk menggambarkan pilihan dari sebagian pengguna internet.
Yang pasti fitur ini tidak dibuat untuk kepentingan partai atau pihak tertentu, bersifat kampanye, atau untuk mempengaruhi keputusan pihak tertentu. Hasil polling ini juga tidak bisa diklaim mewakili suara masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Anda punya pilihan, silakan. Belum memilih, silakan juga, kami tunggu di masa datang untuk menentukan siapa pilihanmu. Oke?