Orang-orang pengembang konten sering bilang, bahwa content is king. Artinya, bahwa konten -- termasuk informasi yang Anda baca ini -- adalah segalanya. Di banyak seminar juga begitu, sering disampaikan seperti itu.
Jauh sebelum itu, ketika dalam diskusi soal internet, seorang penanya menanggapi berapi-api bahwa internet is king. Internet itu segalanya. Tak lama kemudian, lampu mati. Pada saat itu pula, penulis mengatakan bahwa yang disampaikan salah. Sebab, faktanya internet bukan raja. "Actually, power is king!" teriak penulis dalam kegelapan. Semua yang di situ pun serentak setujuuu. Listrik adalah segalanya.
Lantas, apa hubungannya dengan "krisis" di markas kami di Tebet?
Begini, sodara-sodara. Maaf kalau kami cerita di sini tentang rahasia (agak) memalukan dapur kami. Bahwa pada pekan lalu, tiba-tiba awak merdeka.com sebagian memasang status tidak bisa kencing, wudu, atau mandi di tempat kerja. Padahal, markas itu selama ini sangat vital untuk tim awak redaksi bekerja, termasuk aktivitas mandi, buang air, wudu, masak, minum, bahkan cuci baju sekaligus.
Pada Kamis pekan lalu, koordinator kebersihan rumah tangga kami, Teguh Fakhrudin mengirim info kalau pompa air (gen set) tanah rusak. Dengan cepat langsung dibelikan pompa baru, diganti. Setelah dipasang, air pun lancar. Tapi, ternyata tak bertahan lama. Air yang keluar sedikit sekali. Lama-lama mati. Penderitaan pun datang kembali. Teriakan pun mengaung lagi: air air…aiiirrr!
Hari itu, Jumat siang. Sebagian diantara awak kami di Tebet, harus menjalankan ibadah Jumat ke masjid. Meski sudah ada air yang dibeli, tapi karena khawatir tidak cukup, maka sebagian memilih membersihkan anggota badan tidak di markas, tapi ke masjid.
Setelah dilakukan pengecekan dan analisa, ternyata sumber airnya sedang kering. Menurut tenaga ahli yang kami datangkan, perlu dilakukan pengeboran yang memakan perlu waktu seharian. Kalau diputuskan siang hari itu, maka malam diusahakan akan selesai.
Memperhatikan awak merdeka.com yang kelimpungan krisis air, kami tak bisa berbuat banyak. Keputusan harus diambil cepat. Saat itu juga, pakar pengeboran -- biasa dipanggil tukang bor -- melaksanakan tugasnya. Dini hari, air sudah mengucur kembali. Kami semua gembira karena berair kembali.
Dari sini kami makin sadar, bahwa tidak ada juara sejati, kecuali bergantung pada yang lain. Konten bukan segalanya, karena bergantung pada jalur internet. Jaringan internet bukan segalanya, karena untuk menjalankannya perlu power (listrik). Listrik pun perlu bahan bakar atau air untuk menggerakkan turbin agar menghasilkan tenaga. Jadi, air adalah juga segalanya. Saat itu, kami tak bisa mengelak bahwa "water is king".
Demikianlah sekelumit suka duka di Tebet Barat, markas kami. Meski sedang dalam masalah serius krisis air, kami tetap memberikan layanan informasi yang baik kepada pembaca. Akhirnya kami juga sadar, bahwa bila selama ini ketika air melimpah, kita boros dan semena-mena terhadap air. Kadang kenikmatan dan manfaat maha besar air baru kita sadari ketika krisis air. Jadi, ayo hemat air!