Ketua DPR bertamu ke Tebet

"Pak, sesekali kami undang diskusi di kantor merdeka.com di Tebet ya," cerita Jule. Undangan Jule disetujui Marzuki.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Ketua DPR bertamu ke Tebet
Nurul Jule dan Marzuki

Sebuah mobil mercedez hitam dikawal dua sepeda motor vorijder polisi, berhenti di depan kantor kami, di kawasan Tebet Barat, Jakarta Selatan. Wajah yang sudah tak asing lagi keluar dari sedan tersebut, tak lain Ketua DPR Marzuki Alie. Tim redaksi merdeka.com yang dipimpin Pemimpoin Redaksi Didik Supriyanto dan Redaktur Eksekutif Titis Widyatmoko menyambut pimpinan wakil rakyat tersebut.

Ada apa? Sidak? Apa ada berita yang salah dan harus diluruskan? Atau merdeka dapat penghargaan dari Marzuki?

Tidak, pembaca. Mungkin yang paling sesuai kami merasa mendapat penghargaan karena meski baru 6 bulan sejak terbit penuh Maret lalu, Marzuki sudah akrab dengan merdeka.com dan mau menerima undangan kami.Itu kami anggap sebagai penghargaan tersendiri.

Pembaca yang cerdas, selasa malam itu, Marzuki datang sekitar pukul 19.00 WIB. Ia memenuhi undangan wartawan kami, Nurul Julaikah a.k.a JuLe yang sehari-hari meliput keigatan anggota dewan di Senayan. "Pak, sesekali kami undang diskusi di kantor merdeka.com di Tebet ya," cerita Jule. Ternyata undangan Jule langsung disambut gembira Marzuki. Dan, sekitar 45 menit sejak pukul 19.00 WIB, anggota dewan kehormatan Partai Demokrat itu pun ngobrol banyak hal dengan awak redaksi.

Meski cuma 45 menit, rasanya banyak sekali yang disampaikan Marzuki. Rasanya terlalu singkat dan kurang. Sampai-sampai wartawan kami, walau sekantor, rebutan untuk door stop. Memberondong pertanyaan ke nara sumber sudah menjadi darah tim kami, reflek, karena ingin menebar info lain ke pembaca.

Banyak hal yang disampaikan Marzuki. Baik dalam kapasitasnya sebagai orang Partai Demokrat selaku partai penguasa dan pemenang pemilu 2009, serta kapasitasnya sebagai Ketua DPR. Dia bicara banyak soal partainya dari SBY, Anas, Nazarudin, Angelina, dan lain-lain. Blak-blakan. Tapi, seperti biasa, karena silaturahmi ini bagian dari redaksi untuk menjalin hubungan dengan lembaga dan tokoh serta memberikan informasi-informasi yang bisa menguatkan data merdeka.com, maka ketika Marzuki minta beberapa bagian sifatnya off the record, kami pun setuju.

Hanya sebagian yang bisa disampaikan di publik dalam bentuk berita. Beberapa hal yang lagi trend misalnya upaya komisi 3 DPR yang akan membahas undang-undang tentang kewenangan KPK, Marzuki santai saja. "Ya tidak semua usulan DPR dijalankan pemerintah," kata Marzuki. Termasuk soal perjalanan keluar negeri, baginya tidak semua salah, banyak juga yang bermanfaat dan hasil reportnya ada.

Dalam kesempatan pulang, Marzuki juga menyatakan concern-nya dengan film di YouTube Innocence of moslem yang membuatnya gerah juga dan mengimbau untuk masyarakat tak mengakses situs asing: Google dan YouTube. Oleh karena itu dia akan mau mendukung konten lokal. Kalau ada gerakan konten lokal, seperti merdeka.com dan konten-konten lain semacam YouTube dan Google, dia sangat mendukung.

Setelah foto bersama dengan latar belakang merdeka.com, Marzuki pun meninggalkan markas kami. Tak urung, beberapa reporter masih saja menyampaikan pertanyaan. Gerimis yang mulai turun tak pelak memaksa Marzuki memasuki sedan dan menutup pintu. "Saya jalan dulu ya, lain kali kita bisa bicara lebih banyak," pungkasnya.

Demikian pembaca, kabar dari tempat kerja (workstation) kami di Tebet. Selain mendatangi sumber berita, kami juga sesekali mengundangnya. Agar apa yang kami sampaikan lebih memiliki bingkai yang sesuai profile pembaca kami yang kritis, modern, dan ingin jadi lebih pintar (be smart).

Halaman
Rekomendasi