Waspada, Ekonomi Global Merosot dan Ancaman PHK Mengintai

Selasa, 21 Juni 2022 14:19 Reporter : Merdeka
Waspada, Ekonomi Global Merosot dan Ancaman PHK Mengintai Ilustrasi bekerja. ©2018 Merdeka.com/Pixabay

Merdeka.com - Pertumbuhan ekonomi dunia diproyeksikan bakal terus menurun sepanjang 2022. Bank Dunia (World Bank) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global di 2022 bakal terjun bebas, imbas kenaikan inflasi akibat perang Rusia vs Ukraina.

Jika ramalan tersebut benar, maka turut menimpa Indonesia. Pengusaha pun bersiap melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi sejumlah karyawannya.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perdagangan, Benny Soetrisno mengatakan, bila itu terjadi, pihak pengusaha mau tidak mau pasti akan mengecilkan ongkos produksi dan mengurangi aktivitas ekonomi agar bisa bertahan hidup.

"Mengecilkan aktivitas tentu akan impact-nya banyak. Bisa mengurangi karyawan. Kalau aktivitas kurang kan orangnya harus dikurangin," kata Benny kepada Liputan6.com, Selasa (22/6).

Dia menyatakan, industri di Tanah Air untuk saat ini masih terhitung belum terkena dampak, lantaran Bank Indonesia masih menahan suku bunga acuan.

Namun, aksi PHK jadi sesuatu yang tidak bisa ditahan bila situasi berubah. Terlebih pemerintah pun akan menaikan tarif listrik untuk sejumlah golongan per 1 Juli 2022 nanti.

"Ini kalau terjadi ya hukum alamnya begitu. Kan listrik juga mau dinaikin tuh sama pemerintah. Kalau pajak juga naik, tentu akan mengganggu juga pertumbuhan itu," ungkap Benny.

2 dari 2 halaman

Kenaikan Harga BBM

Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) ini pun menyoroti indikasi lain, semisal kenaikan harga bahan bakar (BBM) yang pastinya berdampak terhadap ongkos logistik.

"Kalau itu terjadi tentu daya belinya akan turun. Kalau daya beli turun pasti si produsen akan mengurangi produksinya," kata Benny.

Kendati begitu, pihak pengusaha saat ini masih menahan diri untuk tidak melakukan pengurangan karyawan. Mereka lebih memilih untuk meminimalisir dampak kerugian dengan menyetop sejumlah proyek non-prioritas.

"Kita kan selalu pingin survive. Tentu ada cut loss di bidang lain, yang enggak super priority kita tutup dulu," pungkas Benny. [idr]

Baca juga:
Ekonomi 60 Negara Ambruk, Jokowi Blak-blakan Gambarkan Kengerian yang Bakal Terjadi
Fungsi Matematika Ekonomi dalam Kehidupan Sehari-Hari, Perlu Diketahui
Ramai-Ramai Bikin Paspor, Warga Sri Lanka Tak Tahan Lagi Tinggal di Negeri Sendiri
Menko Airlangga Ungkap Dunia Saat ini Tengah Hadapi 5 Krisis
Hadapi Gejolak Global, Jokowi Kembali Ingatkan Menteri Peka Ancaman Krisis Ekonomi
Krisis Ekonomi, Sri Lanka Beri Tambahan Hari Libur untuk Menanam Tanaman Pangan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini