Wapres Ma'ruf Ingin Indonesia Jadi Kiblat Wisata Halal Dunia

Senin, 10 Februari 2020 13:26 Reporter : Dwi Aditya Putra
Wapres Ma'ruf Ingin Indonesia Jadi Kiblat Wisata Halal Dunia Cawapres Maruf Amin. ©Istimewa

Merdeka.com - Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, ingin Indonesia dapat menjadi pionir dan model bagi negara-negara lain dalam memberikan pelayanan tambahan bagi wisatawan muslim. Hal itu dilakukan bukan saja untuk menarik masuk wisatawan muslim dari luar negeri, tapi juga memenuhi kebutuhan dan kenyamanan wisatawan muslim dari dalam negeri yang potensinya juga sangat besar.

"Dalam kesempatan ini saya ingin menegaskan kembali bahwa sesungguhnya itulah yang disebut dengan wisata halal yaitu layanan yang membuat nyaman wisatawan muslim ketika berkunjung ke suatu destinasi," ungkap dia dalam acara Munas PHRI, di Karawang, Jawa Barat, Jakarta, Senin (10/2).

Dia pun meminta kepada Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk turut serta mengembangkan sektor pariwisata Indonesia. Utamanya dalam sarana akomodasi, kuliner hingga kebutuhan para wisatawan untuk beribadah.

"Misalnya wisatawan yang beragama Islam, sangat membutuhkan fasilitas untuk dapat menjalankan ibadah melaksanakan shalat dan menikmati makanan halal dengan mudah," kata dia.

Wapres Ma'ruf menilai penting bagi pelaku industri pariwisata untuk menyediakan layanan tambahan seperti tempat ibadah atau shalat yang laik dan bersih, serta menu makanan halal. Sebab, dengan fasilitas tersebut diyakini wisatawan muslim akan meningkat karena merasa lebih nyaman mengunjungi destinasi wisata tersebut.

1 dari 1 halaman

Negara Dunia Telah Serius Garap Wisata Halal

Bahkan, karena besarnya potensi wisatawan muslim, kesadaran untuk memberikan pelayanan tambahan seperti itu sudah dilakukan oleh negara-negara lain. Misalnya Jepang, Australia, Rusia dan negara-negara eropa lainnya.

"Hal itu dilakukan dengan tujuan bisa menarik lebih banyak wisatawan muslim, yang jumlahnya meningkat tajam dari waktu ke waktu, untuk berkunjung ke destinasi wisata mereka," kata dia.

Mantan Ketua MUI itu pun menegaskan bahwa tidak benar bila wisata halal diartikan sebagai upaya untuk mensyariahkan destinasi wisata. Oleh karena itu, dalam konteks wisata halal ini pemerintah telah berkomitmen untuk terus mendorong kemajuannya.

"Untuk itu, saya meminta dukungan aktif dan kerjasama dari PHRI dalam memberikan layanan halal, utamanya di destinasi wisata dengan menyediakan kebutuhan wisatawan yang tidak saja berkualitas baik dan higienis, namun juga halal, halalan thayyiban," tandas dia.

[bim]

Baca juga:
Sandiaga: Kok Kita Jadi Negara Pengimpor Terbesar Produk Halal?
Kembangkan Wisata Halal Jakarta, Bank DKI Siapkan Produk Syariah
Wapres Sebut Jasa Travel Umrah Bodong Berdampak Buruk ke Industri Halal Indonesia
Bertemu Wapres Ma'ruf Amin, ISMI Laporkan Rencana Pembangunan KEK Halal
Jurus Genjot Wisata Halal Indonesia Agar Mampu Ungguli Malaysia
Halal Tourism, Pariwisata Ramah Muslim yang Toleran dan Bersahabat

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini