Wamen Soal Restrukturisasi Garuda Indonesia Alot: Lessor Sampai 32, yang Lain Hanya 5

Rabu, 10 November 2021 13:27 Reporter : Anggun P. Situmorang
Wamen Soal Restrukturisasi Garuda Indonesia Alot: Lessor Sampai 32, yang Lain Hanya 5 Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo. ©2021 Istimewa

Merdeka.com - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, perkembangan restrukturisasi utang Garuda Indonesia. Dia mengatakan, restrukturisasi ini bukan hal yang mudah dilakukan karena banyaknya lessor.

"Lessor ini memang cukup banyak ada 32 lessor. Kita harus negosiasi one on one dan beda-beda dan ini menantang," kata Kartika dikutip Youtube DPR, Jakarta, ditulis Rabu (10/11).

Kartika mengatakan, kasus ini sangat jauh berbeda dengan restrukturisasi maskapai penerbangan lain. Di mana hanya memiliki 4 sampai 5 lessor.

"Kalau airline lain punya lessor 4 sampai 5 lessor sehingga strateginya negosiasinya mudah. Kalau ini karena 32 lessor dan pegang pesawatnya beda-beda jadi masing-masing lessor harus punya strategi yang berbeda-beda," jelasnya.

Selanjutnya, dia menjelaskan perkembangan restrukturisasi, minggu ini pemerintah dan perseroan sudah menyebarkan proposal. Proposal sudah diberikan kepada seluruh leasing termasuk kreditur perbankan, pemilik sukuk juga vendor seperti PT Pertamina.

"Proposal restrukturisasi Garuda sudah kami launching di minggu ini. Kita negosiasi dengan seluruh leasing company, dengan seluruh kreditur. Bagi kreditur perbankan maupun kreditur pemegang sukuk maupun dengan para vendor-vendor, termasuk seperti Pertamina dan lain-lain," katanya.

Salah satu solusi yang ditawarkan adalah meminta lessor mengambil kembali pesawatnya. Dengan kesepakatan harga semurah mungkin untuk menekan biaya listriknya.

"Pertama tentunya kita ingin mengurangi jumlah pesawat. Jadi ada lessor lessor yang kita paksa untuk mengambil pesawatnya lagi. Sebagai contoh 777 kita negosiasi untuk mengurangi untuk harganya semurah mungkin dan harapannya dengan negosiasi ini kita bisa menekan biaya listriknya mencapai 40 sampai 50 persen dari tarif saat ini," kata Tiko.

Dia menambahkan, negosiasi restrukturisasi tersebut belum tentu berhasil. Sebab hal ini tergantung kesepakatan dengan masing-masing lessor. "Tentunya ini sukses tidaknya tergantung nanti dengan negosiasi dengan masing-masing lessor," katanya.

2 dari 2 halaman

Persetujuan Kreditur Kunci Utama Keberhasilan Restrukturisasi

kunci utama keberhasilan restrukturisasi

Tiko melanjutkan, tidak ada cara lain pemerintah dan perusahaan harus menurunkan aksesibilitas secara sama-sama dengan cara melakukan negosiasi leasing. Diharapkan, nanti kalau berhasil melakukan restrukturisasi, aksesibilitas keuangannya mulai balance dan mulai ada positif equity.

"Jadi ini memang menjadi kunci utama suksesnya restrukturisasi Garuda adalah persetujuan dari kreditur ini yang penting. Karena tanpa persetujuan kreditur tidak mungkin pemegang saham bisa bergerak. Ini yang kami akan tekan kan bahwa nasib Garuda ini bukan hanya di tangan pada pemegang saham ya tapi juga di tangan krediturnya," jelasnya.

"Makanya kami sangat aktif sebulan, dua bulan terakhir dengan para lessor dan bank, termasuk bank himbara, termasuk dengan Pertamina. Bahwa memang para kreditur ini mengakui, kondisi Garuda sekarang dan menerima bahwa harus ada pengurangan utang yang signifikan. Karena kalau tidak ada pengurangan utang neracanya tadi tidak akan bisa survive," tandasnya.

[bim]

Baca juga:
Menengok Kondisi Keuangan Garuda Indonesia yang Disebut Telah Bangkrut
Wamen Ungkap 1 Bulan Terakhir Sudah Banyak Komplain Soal Garuda Indonesia, Ada Apa?
Dugaan Ada Mafia dan Korupsi di Tubuh Garuda Indonesia, Pantaskah Diselamatkan?
BUMN Nego Sri Mulyani Minta Suntikan Dana Rp7,5 T ke Garuda Indonesia dari Dana PEN
Persetujuan Kreditur untuk Kurangi Utang Jadi Kunci Penyelamatan Garuda Indonesia
Apa Itu PSAK 73 yang Jadi Salah Satu Biang Kerok Bangkrutnya Garuda Indonesia?
Garuda Indonesia Bangkrut, Besar Kerugian Cetak Sejarah & Lebih Besar dari Jiwasraya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini