Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Wali Kota Solo Siapkan Komentar Pedas Jika Subsidi Elpiji 3 Kg Dicabut

Wali Kota Solo Siapkan Komentar Pedas Jika Subsidi Elpiji 3 Kg Dicabut elpiji 3 kg. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) terus membahas rencana mengatur ulang kebijakan distribusi gas elpiji 3 Kg dari terbuka ke tertutup. Dengan aturan ini, nantinya subsidi tidak lagi diberikan ke produk, namun ke orang yang berhak menerimanya. Dengan demikian, harga gas elpiji 3 Kg akan mengikuti harga pasar dan lebih mahal.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo (Rudy) mengaku belum mengetahui rencana tersebut. Sehingga Pemkot Solo belum bisa menentukan sikap terkait rencana pencabutan subsidi has elpiji 3 Kg. Kendati demikian Rudy memberi sinyal bakal memberi komentar yang pedas.

"Saya siap memberikan komentar yang pedas kalau kebijakan resmi akan direalisasikan," ujar Rudy, Senin (20/1).

Meskipun menunjukkan sikap tidak setuju dirinya masih akan menunggu surat dari pemerintah pusat. Namun sejauh ini, dirinya belum mendapatkan surat resmi dari pemerintah pusat terkait rencana itu.

"Kita tunggu surat resminya dulu dari pemerintah pusat," katanya.

Pengaturan subsidi elpiji 3 Kg tertutup tengah dikaji dengan tujuan agar subsidi yang diberikan pemerintah lebih lebih tepat sasaran. Pemerintah akan mendata warga yang benar-benar membutuhkan subsidi dari pemerintah.

Pertamina Tunggu Aturan Pemerintah Naikkan Harga Elpiji 3 Kg

aturan pemerintah naikkan harga elpiji 3 kg rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

PT Pertamina (Persero) masih menunggu regulasi atau aturan resmi pemerintah terkait wacana kenaikan harga elpiji subsidi ukuran tabung 3 Kg.

"Kalau dari kami jawabannya menunggu regulasi pemerintah karena peran Pertamina untuk penyaluran elpiji bersubsidi adalah operator, artinya tunduk pada regulasi pemerintah," kata Senior Supervisor Communication PT Pertamina MOR IV Jawa Tengah, Arya Yusa Dwicandra dikutip Antara Solo, Senin (20/1).

Dia mengatakan, sejauh ini juga belum ada informasi terkait kenaikan harga elpiji subsidi yang diterima oleh Pertamina. Meski demikian, jika benar subsidi ditarik maka harga elpiji per kilogramnya mengikuti harga pasar, seperti halnya BBM nonsubsidi.

"Perhitungannya bisa dilihat dari harga elpiji non-subsidi bright gas, yaitu harga keekonomian," katanya.

Menurut dia, jika harga bright gas 5,5 kg di harga Rp60-70ribu, artinya per kilogram gas seharga Rp11-12 ribu.

Sementara itu, berdasarkan data pada tahun lalu penyaluran elpiji 3 kg subsidi oleh PT Pertamina (Persero) khusus di Jawa Tengah rata-rata 3.132 Metric Ton (MT) atau 1.044.000 tabung/hari.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP