Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Visi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025, Termasuk Integrasi Bank dan Fintech

Visi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025, Termasuk Integrasi Bank dan Fintech Gedung Bank Indonesia. Merdeka.com / Dwi Narwoko

Merdeka.com - Bank Indonesia menyusun Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BPSI) 2025 dalam rangka mengoptimalisasi peluang yang diciptakan oleh digitalisasi aktivitas ekonomi. Namun dengan tetap mengantisipasi dan memitigasi risiko yang muncul.

"Regulator berperan untuk mengoptimalisasi peluang yang diciptakan oleh digitalisasi aktivitas ekonomi," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng dalam Webinar LPPI bertajuk 'Open Banking: Pro-Cons', Jakarta, Selasa (18/8).

BSPI 2025 memiliki lima visi yakni pertama, mendukung integrasi ekonomi dengan keuangan digital nasional. Sehingga menjamin semua fungsi bank sentral dalam proses peredaran uang, kebijakan moneter, dan stabilitas sistem keuangan. Termasuk mendorong inklusi keuangan.

Kedua, SPI 2025 mendukung digitalisasi perbankan sebagai lembaga utama dalam ekonomi keuangan digital. Caranya melalui open banking maupun pemanfaatan teknologi digital dan data dalam bisnis keuangan.

Ketiga, SPI 2025 menjamin interlink antara fintech dan perbankan untuk menghindari risiko shadow-banking. Hal ini dilakukan melalui pengaturan teknologi digital seperti Arsitektur Perbankan Indonesia (API), kerja sama bisnis maupun kepemilikan perusahaan.

Keempat, SPI 2025 menjamin keseimbangan antara inovasi dengan consumers protection, integritas dan stabilitas serta persaingan usaha yang sehat melalui penerapan KYC dan AML-CFT. Kewajiban keterbukaan data atau informasi bisnis publik dan penerapan regtech dan suptech dalam kewajiban pelaporan, regulasi dan pengawasan.

Terakhir, SPI menjamin kepentingan nasional dalam ekonomi keuangan digital antar negara. Dilakukan melalui kewajiban pemrosesan semua transaksi domestik di dalam negeri dan kerja sama penyelenggara asing dengan domestik. Tentunya dengan memperhatikan prinsip resiprokalitas.

"Kelima visi tersebut masuk ke dalam blueprint sistem pembayaran indonesia tahun 2025," kata Sugeng.

Dorong Perbankan Transformasi Digital

transformasi digitalRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sugeng melanjutkan kelima visi tersebut menjadi cara regulator dalam mendorong perbankan melakukan transformasi digital. Bank Indonesia mendorong perusahaan fintech dan perbankan untuk menjalin kerja sama yang dengan berbasis standarisasi.

Lalu, Bank Indonesia sebagai operator juga bisa memberikan layanan 24 jam dalam 7 hari. Tak hanya itu bank sentral juga akan masuk sampai ke pembayaran di perusahaan ritel melalui QRIS dan IPT.

Begitu juga dengan persiapan wholesale yang saling terkoneksi dan infrastruktur data. Melakukan reformasi struktur sistem pembayaran agar sesuai dengan perkembangan digital. Termasuk di dalamnya sistem open banking.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP