Umat muslim dunia boikot kurma Israel, Indonesia?

Rabu, 15 Agustus 2012 08:21 Reporter : Merdeka
Boikot Kurma Israel. boycottzionism.wordpress.com

Merdeka.com - Kurma jenis medjool yang diproduksi Israel memang menjadi komoditas yang paling utama untuk diekspor negara Zionis ini. Bahkan, keuntungan negara tersebut dari ekspor kurma di tahun 2011 mencapai USD 265 juta.

Komoditas yang menjadi andalan Israel sejak tahun 2005 ini diketahui telah diperdagangkan ke Eropa. Kurma Israel diketahui lebih segar dan lebih besar dari kurma-kurma yang lain.

Bahkan di pasar Eropa, kurma Israel telah mengalahkan kurma asal California. Pun, Israel juga mengalahkan dua pesaingnya yaitu Tunisia dan Algeria.

Dua merk kurma yang paling terkenal dari Israel adalah Jordan River dan King Solomon. Beberapa merk lain adalah Hadiklaim, Karsten, Tamara datesm Carmel, Headrin, dan Jordan Balley. Sementara beberapa produsen yang menamai ulang kurma tersebut dengan merk baru yaitu Mark&Spencer, Tesco, Waitrose, dan Asda.

Meski begitu, terkait dengan isu penyalahan hak asasi manusia dengan warga Palestina, kampanye boikot kurma Israel bermunculan. Juli lalu, The American Muslims for Palestine (AMP) telah mengadakan konferensi pers untuk mengumumkan tindakan boikotnya akan kurma Israel. Boikot tersebut tepat sebelum Ramadan berlangsung.

"Orang muslim biasanya buka puasa dengan memakan kurma dan minum air. Sayangnya, banyak Muslim yang tidak sadar telah memakan kurma dari Israel, yang ditanam di atas tanah ilegal milik Palestina," ujar Awad Hamdan, Direktur Program Nasional AMP.

Tak lama, pada awal Agustus lalu, muslim di inggris juga melakukan aksi yang sama. Kampanye tersebut diorganisir oleh kelompok yang menamakan dirinya Friends of Al Aqsa.

"Pada saat kita memikirkan tentang orang-orang yang kurang beruntung dibanding diri kita sendiri akan menjadi hipokrit dan merupakan penghinaan bila tidak memperdulikan apa yang terjadi di Palestina. Namun malah membeli kurma yang dihasilkan oleh Israel. Anda secara tidak langsung sudah melakukan penindasan," jelas Shamiul Joarder dari Friends of Aqsa kepada the Guardian.

Bahkan, pemboikotan tersebut sudah menyebar luas melalui situs www.inminds.com yang menjelaskan kenapa muslim harus memboikot kurma asal Israel dan berbagai merk kurma Israel yang harus dihentikan.

Data badan Pusat Statistik (BPS) per 7 Agustus 2012 lalu melansir, bahwa dua di antara sembilan jenis buah impor terbesar yang diminati konsumen Indonesia berasal dari Israel.

Pada Juni, sebanyak 20,6 ton buah kurma senilai USD 191.300 asal Israel masuk ke Indonesia. Sedangkan jeruk Shantang, masuk Indonesia pada April 2012 sebanyak 0,666 ton dengan nilai USD 709.

Jika muslim di seluruh dunia menyerukan boikot kurma asal Israel, lalu bagaimana dengan Indonesia?

Menko Perekonomian Hatta Rajasa Selasa (14/8) kemarin mengaku tidak mengetahui adanya impor kurma dari Israel. "Saya belum tahu soal impor buah dari Israel," kata Hatta. [rin]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini