Tungku kayu Indonesia jadi primadona dunia
Merdeka.com - Pemerintah telah berulang kali mengingatkan industri Usaha Kecil dan Menengah (UKM) harus bersiap memperkuat basis usahanya dalam menghadapi pasar bebas ASEAN tahun depan. Penguatan basis UKM telah tampak salah satunya di Provinsi Lampung.
Adalah tungku kayu asal Desa Braja Luhur, Kecamatan Braja Selebah, yang ternyata makin diminati bukan hanya di Lampung dan nasional, akan tetapi juga diekspor sampai ke negara tetangga seperti Brunei Darussalam.
"Tungku buatan kami dikirim ke sejumlah daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Irian, Bangka Belitung, termasuk diekspor ke Brunei Darussalam karena memiliki kualitas baik dan pernah mendapat nomor lisensi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lampung Timur," kata Kepala Desa Beraja Luhur, Pratikno, seperti dilansir Antara, Sabtu (4/10).
Tungku kayu itu tercipta dari inisiatif pengrajin tungku bernama Chasta dan Markasi pada 2008. Berkat keuletan kedua orang tersebut, tungku kayu itu dikenal di masyarakat dan diminati banyak orang dan dipasarkan hingga ke Brunei Darusalam.
Tungku kayu itu, saat ini juga sudah menjadi mata pencarian pokok masyarakat di daerah tersebut dan mampu menaikkan kesejahteraan warga.
"Tadinya sebelum kami menjadi pengrajin tungku, tingkat kehidupan masyarakat kami rendah, bahkan tempat tinggal kami tidak laik huni. Namun mereka sekarang kami sudah bisa membangun rumah yang laik huni," katanya.
Tungku kayu dijual dari para pengrajin ke agen tungku dengan kualitas bagus seharga Rp 20.000 per tungku dan kualitas sedang Rp 23.000 per tungku.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya