Transvision berambisi punya satelit sendiri
Merdeka.com - Salah satu anak usaha Trans Corp, PT Indonusa Telemedia (Transvision) berambisi membeli dan mengoperasikan satelit sendiri. Direktur Operasi PT Indonusa Telemedia (Transvision) Agung DM Sahidi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan dana sekitar USD 150 juta.
Rencana ini bakal direalisasikan pada Mei 2015. "Transvision ingin mengoperasikan satelit sendiri. Kita siapkan USD 150 juta untuk 10 tahun untuk 18 transponder," ujarnya di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (7/10).
Dia menjelaskan, pengoperasian satelit ini dapat dilakukan dengan skema sewa atau condosat atau konsorsium satelit. Saat ini perusahaan juga tengah mencari mitra lokal maupun asing.
"Saat ini masih penjajakan, berharap Mei tahun depan sudah ketahuan mau pakai skema apa. Bisa joint venture, lagi penjajakan bisa lokal dan asing. Baik lokal relay on Telkom," jelas dia.
Agung menyebutkan, saat ini Transvision sudah memiliki 116 channel. Dengan pengoperasian satelit diharapkan bisa melipatkan channel yang sudah ada. "Mudah-mudahan tahun depan bisa double," ungkapnya.
Untuk mengoperasikan satelit sendiri, pihaknya mengklaim sudah mendapatkan restu Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).
"Negara kita masuk 3 negara terbaik yang punya satelit selain AS dan Kanada. Tapi sayang jumlah satelit kita kurang dari 10 jari karena kurang dukungan. Minta dukungan dari pemerintah," tutup dia. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya