Tingkatkan produksi Lapangan Minas, Chevron gunakan sulfaktan
Merdeka.com - Chevron Pacific Indonesia (CPI) sebagai operator pengeboran minyak di Riau berambisi meningkatkan kapasitas produksi, terutama di kawasan Lapangan Minas. Karena itu, perusahaan asal Amerika Serikat ini menerapkan uji coba teknologi injeksi surfaktan di blok tersebut.
VP Sumatra Operation Support CPI Albert Simanjuntak mengaku teknologi yang dipilih itu diperkirakan bisa mempercepat kenaikan produksi dibanding menggunakan cara lama, misalnya injeksi air. Dia berharap produksi total minyak Chevron bisa meningkat ketika sistem injeksi ini digunakan.
"Sekarang butuh 6 juta barel air untuk mendapatkan 70.000 barel minyak per hari di Minas. Harapan kita tahun ini produksi total di Riau (ditambah proses surfaktan) 320.000 barel per hari," ujarnya, dalam peresmian uji coba lapangan Surfaktan, di Minas, Riau, Senin (14/1).
Mayoritas kilang minyak saat ini menggunakan injeksi air, yaitu memompa minyak mentah ke permukaan Bumi. Namun, dengan cara itu, minyak masih ada yang tersisa di batuan. Sehingga untuk melepaskannya, digunakan surfaktan dan polimer yang bisa mengangkat minyak seperti sabun.
Albert mengaku belum bisa menentukan berapa besaran jumlah produksi dari Minas saat ini, karena uji coba surfaktan masih berlangsung. "Target kita April mendatang menentukan efektivitas surfaktan dan menentukan tingkat perolehan minyak," paparnya.
Proyek dengan kode STF-II ini sudah dirancang sejak 2002. Bila sukses, proses ekstraksi minyak dengan surfaktan baru bisa dijalankan pada 2020 mendatang.
Tahun lalu, korporasi menggelontorkan USD 541,1 juta untuk keseluruhan investasi. "Tahun ini USD 816 juta," kata Albert.
Minas merupakan lapangan minyak terbesar di Asia Tenggara, terdiri dari Blok Rokan dan Siak, meliputi lahan 8 hektar. Sampai Januari tahun ini, blok itu telah memproduksi 11,5 miliar barel minyak sejak pertama kali menghasilkan pada 1952. Albert berharap bisa menggenjot produksi sampai maksimal di Minas. Cadangan di kawasan itu diperkirakan tinggal 1 miliar barel.
"Masih ada target meningkatkan produksi sampai 12 miliar barel yang menjadi tantangan kita," ujarnya. (mdk/rin)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya