Tiga Strategi Bank Indonesia Stabilkan Pasar Keuangan di Tengah Ancaman Virus Corona

Jumat, 28 Februari 2020 17:14 Reporter : Anisyah Al Faqir
Tiga Strategi Bank Indonesia Stabilkan Pasar Keuangan di Tengah Ancaman Virus Corona Gubernu BI terpilih Perry Warjiyo. ©Liputan6.com/angga yuniar

Merdeka.com - Kondisi pasar keuangan global sedang meradang akibat wabah virus corona. Banyak investor global mencabut investasinya. Dalam keadaan ini, Bank Indonesia menyatakan akan terus tetap berada di pasar keuangan. Demi menstabilkan pasar, nilai tukar Rupiah dan pasar keuangan untuk obligasi pemerintah.

"Kita melakukan triple intervensi di tiga aspek yaitu spot, DNDF, maupun pembelian SBN," kata Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo di Komplek Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (28/2).

Bank Indonesia melakukan intervensi di spot dengan menjual valas untuk mengendalikan pelemahan nilai tukar Rupiah. Intervensi untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah melalui forward, yaitu melalui Domestic Non-delivery Forward.

Intervensi juga dilakukan melalui pembelian SBN yang dilepas oleh investor asing. "Mereka melepas, BI membelinya. Termasuk juga bank-bank, perbankan dalam negeri, mereka juga membeli SBN yang dilepas oleh asing," kata Perry.

1 dari 1 halaman

Beli Rp100 Triliun

triliun rev1

Tahun ini secara keseluruhan year to date sudah ada Rp100 triliun lebih yang dibeli dari pasar sekunder sampai tanggal 27 Februari 2020. Sekitar Rp78 triliun dibeli sejak akhir bulan Januari seiring dengan menyebarnya virus corona.

"Oleh karena itu lah kenapa memang yield SBN 10 tahun mengalami peningkatan. Yang semula sebelum corona, sekitar 6,56 persen, hari ini 6,95 persen untuk yield SBN 10 tahun," kata Perry menjelaskan.

Namun, pelemahan ini tidak terjadi besar-besaran seperti yang dialami negara-negara lain. Untuk itu Bank Indonesia berkomitmen terus menjaga komitmen untuk menstabilkan pasar, nilai tukar rupiah dan pasar keuangan. Khususnya untuk SBN.

Strategi triple intervention dengan melakukan spot, DNDF, dan pembelian SBN ini menjadikan pelemahan nilai tukar Rupiah maupun kenaikan yield SBN 10 tahun lebih rendah dari negara-negara lain. [idr]

Baca juga:
BI Ramal Inflasi Februari 0,31 Persen, Disumbang Bawang Putih dan Cabai
Virus Corona Buat Modal Asing Kabur Rp30 T dari RI & Rupiah Melemah ke Rp14.290/USD
Rupiah Paling Aman dari Pemalsuan Dibanding Dolar Hingga Euro
Bank Indonesia Musnahkan Ribuan Lembar Uang Palsu
Bank Indonesia Musnahkan 50.087 Lembar Uang Palsu, Terkumpul Sejak 2017
Hadapi Virus Corona, Jokowi Sambut Baik Penurunan Suku Bunga BI
Inflasi Januari 0,39 Persen Dipicu Banjir Awal Tahun

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini