Terapkan Sistem Online Pembelian Tiket, ASDP Ingin Berantas Kebocoran Pendapatan
Merdeka.com - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tengah bertransformasi menuju sistem digital. Selain menyesuaikan zaman, langkah ini merupakan upaya penyelamatan kebocoran pendapatan yang telah terjadi selama bertahun-tahun.
Kebocoran pendapatan ini dilakukan oleh petruk. Petruk merupakan singkatan dari 'pengurus truk', profesi yang selalu ada di tiap pelabuhan. Petruk kerap menyunat harga tiket penyeberangan kendaraan. Pelakunya merupakan oknum ormas yang bekerja sama dengan petugas nakal di pelabuhan.
"Pengurus truk ini mengamankan truk alias titik-titik," kata Direktur Utama PT ASDP Ferry Indonesia (Persero) Ira Puspadewi di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Kamis (6/2).
Ada 12 golongan kendaraan yang harga tiketnya berbeda-beda. Ira mencontohkan harga tiket truk senilai Rp2 juta. Namun, Petruk bisa menekan harga hingga Rp1,7 juta.
"Jadi kebayang sehari saja ribuan truk angkutan barang masuk dan itu dibolehkan dengan sistem yang seperti itu," kata Ira.
Potensi Kebocoran Tinggi
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDi musim mudik lebaran dalam 1 hari diperkirakan ada uang tunai masuk mencapai Rp5 miliar - Rp8 miliar. Potensi kebocoran pun sangat tinggi karena pembayaran dilakukan secara manual.
Untuk itu sejak 15 Agustus 2018, ASDP mulai menerapkan sistem pembelian tiket digital di pelabuhan utama yaitu Pelabuhan Merak, Pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gili Manuk. Alasannya 70 persen laba ASDP berasal dari 4 pelabuhan ini.
"Jadi kita amankan dulu yang paling gede," kata Ira.
Upaya digitalisasi pembelian tiket saat ini mampu meningkatkan pendapatan hingga 20 persen. Lebih tepatnya kata Ira peningkatan tersebut bersumber dari kebocoran pendapatan yang selama ini terjadi.
Menghilangkan Petruk dari pelabuhan tidak bisa dilakukan dengan mudah. Apalagi Ira menyadari kondisi ini didukung oleh beberapa pegawainya yang nakal juga terlibat.
Terima Banyak Penolakan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comProses transformasi pun mengalami banyak penolakan. Para Petruk jadi kehilangan mata pencaharian. ASDP pun menyelesaikan masalah ini dengan menggunakan pendekatan kemanusiaan.
Para istri Petruk dibekali keterampilan yang bisa berpeluang membuka bisnis baru. Anak-anaknya diberikan beasiswa hingga menjadi sarjana dengan harapan memiliki alternatif profesi sehingga tidak mengikuti jejak orangtuanya.
"Kita ingin menggunakan pendekatan dari aspek manusiawi," kata dia.
Meski ini ini sudah dilakukan, Ira mengaku praktik Petruk masih ada meski tak sebanyak sebelumnya. Upaya bersih-bersih di tubuh ASDP masih terus dilakukan.
"Apakah kita 100 persen bersih, saya enggak berani bilang gitu, tapi kita sedang berusaha," kata dia.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya