Terapkan Industri 4.0, Mayora Targetkan Jadi Smart Factory di 2024

Selasa, 6 April 2021 15:00 Reporter : Merdeka
Terapkan Industri 4.0, Mayora Targetkan Jadi Smart Factory di 2024 Industri. bahanbakar.com

Merdeka.com - PT Mayora Indah Tbk (Mayora) yang merupakan salah satu perusahaan besar Indonesia sudah mulai menerapkan revolusi industri 4.0 di dalam lini produksinya. Perusahaan pun menargetkan akan menjadi smart factory pada 2024.

Mengutip penjelasan di laman PQM Consultants, istilah smart factory ini menggambarkan lingkungan produksi yaitu mesin dan peralatan dapat meningkatkan proses melalui otomatisasi dan optimalisasi diri.

Manufacturing Group Head MI & M4 PT Mayora Indah, Nurdin Lesmana mengatakan, implementasi industri 4.0 atau digitalisasi dalam lini produksi Mayora dilakukan secara bertahap. Proses digitalisasi sendiri dimulai sejak 2018 dan terus berjalan hingga saat ini.

Untuk saat ini, implementasinya baru sampai pada sisi monitoring data. Ke depan, produsen produk makanan dan minuman tersebut akan menggunakan teknologi digital dalam optimalisasi dan analisa big data.

Transformasi sistem digitalisasi di Mayora baru mencapai 30 persen. Mayora saat ini memiliki sekira 25 pabrik.

"Kita rencanakan 2022 arahnya ke analisa big data dan optimalisasi. Sehingga nanti targetnya mungkin pada 2024 bisa menjadi smart factory," jelas Nurdin dalam Hannover Messe 2021 "Agro-based Industry Journey to Industry 4.0" pada Selasa (6/4).

Proses digitalisasi, kata Nurdin, sempat melambat selama satu tahun terakhir disebabkan pandemi Covid-19. Kemudian pada 2021 ini akan kembali dilanjutkan.

"Pada waktu 2020 itu karena adanya pandemi itu, jadi kita sebenarnya rada melambat karena kan kita sibuk untuk survive dulu. Baru 2021 ini kita mulai lagi," ungkapnya.

2 dari 2 halaman

Impementasi di Mesin Coding

Nurdin mengungkapkan salah satu transformasi digital diimplementasikan pada mesin coding untuk produksi Mayora. Penggunaan teknologi dalam hal ini disebut menghemat waktu produksi.

"Jadi salah satu line kita itu terhubung dengan 14 mesin bungkus. Kalau dahulu itu mungkin mengganti coding itu butuh 2 menit, tapi kalau sekarang kita hubungkan semua, tarik ke satu komputer hanya satu supervisor mengubah coding langsung 14-nya berubah semua," tuturnya.

Reporter: Andina Librianty

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Menperin: PMI Manufaktur Indonesia Capai Level Tertinggi dalam 10 Tahun
Menperin Optimistis Penerapan Industri 4.0 Tingkatkan Daya Saing Produk Indonesia
Penggerak Industri 4.0 Tetap Bisnis, Bukan Pamer Teknologi yang Digunakan
Menperin: Revolusi Industri 4.0 Dorong Kemajuan Sektor Manufaktur
Kemenperin: Indonesia Siap Masuki Revolusi Industri 4.0
Masuk Era Industri 4.0, Indonesia Perlu Cermati 5 Faktor Ini

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini