Tembus Rp1,8 Triliun, Transaksi Sertifikat Deposito Bank DKI Diminati Investor

Jumat, 13 Desember 2019 20:18 Reporter : Merdeka
Tembus Rp1,8 Triliun, Transaksi Sertifikat Deposito Bank DKI Diminati Investor Aktifitas Perbankan Bank DKI, Jakarta, Rabu 23 Maret 2011. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Bank DKI menerbitkan transaksi sertifikat deposito (Negotiable Certificate of Deposit/NCD) perdana, bernama NCD I Bank DKI Tahun 2019. Penerbitan ini bertujuan memperkuat struktur pendanaan perbankan.

Adapun, nilai NCD yang berhasil diterbitkan Bank DKI sebesar Rp1,8 triliun dengan tenor hingga 24 bulan. Ternyata, nilai yang diterbitkan ini melebihi nilai penerbitan awal yang direncanakan atau oversubscribed sebesar 1,8 kali dari target dana sebesar Rp1 triliun dan mampu memperoleh minat yang cukup besar di tenor 24 bulan.

"Hal ini menandakan tingkat kepercayaan investor yang tinggi terhadap Bank DKI yang merupakan BUMD yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta," ujar Direktur Keuangan Bank DKI, Sigit Prastowo di Jakarta, Jumat (13/12).

NCD yang diterbitkan Bank DKI terbagi atas 3 Seri dari Serie A sebesar Rp660 miliar dengan tenor 3 bulan dan yield sebesar 6,20 persen, yang jatuh tempo 11 Februari 2020.

Kedua, Serie B sebesar Rp1,03 triliun dengan tenor 12 bulan dan yield sebesar 6,95 persen yang akan jatuh tempo 11 November 2020. Terakhir adalah Serie C sebesar Rp190 miliar dengan tenor 24 bulan dan yield paling tinggi sebesar 7,25 persen yang akan jatuh tempo 11 November 2021.

1 dari 1 halaman

Gandeng Lima Perusahaan BUMN

perusahaan bumn rev1

Dalam penerbitan NCD perdana ini, Bank DKI menggandeng lima perusahaan Sekuritas sebagai Joint Arranger, yaitu BCA Sekuritas, BNI Sekuritas, Danareksa Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.

Lebih lanjut Sigit menjelaskan dana yang diperoleh Bank DKI dari penerbitan NCD ini akan dipergunakan untuk meningkatkan asset produktif dan juga memperkuat struktur pendanaan.

Di kuartal III 2019, Bank DKI membukukan penyaluran kredit sebesar Rp30,9 triliun per September 2019 yang diimbangi dengan perbaikan kualitas asset.

Bank DKI telah menyalurkan kredit UMKM sebesar Rp1,4 triliun atau meningkat 25,2 persen, dibandingkan periode September 2018 sebesar Rp1,1 triliun.

Dana Pihak Ketiga Bank DKI di kuartal III tercatat sebesar Rp38,7 triliun didorong oleh pertumbuhan Tabungan sebesar 12,0 persen sebesar Rp8,3 triliun per September 2019 dibanding periode sebelumnya sebesar Rp7,4 triliun.


Reporter: Nurmayanti

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Fee Based Income Naik 13 Persen, Pendapatan Bunga Bank DKI Capai Rp1,7 Triliun
Polisi Pelajari Sistem IT Bank DKI Selidiki Kasus Pembobolan Dana Rp50 Miliar
Kembangkan Wisata Halal Jakarta, Bank DKI Siapkan Produk Syariah
OJK Duga Pembobolan Bank DKI karena Kesalahan Switching & Kelemahan Vendor ATM CIMB
LRT Berbayar Mulai Bulan Depan, Bank DKI Siapkan Sistem Pembayaran
Langkah Bank DKI Perluas Penggunaan Sistem Transaksi Non Tunai

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Perbankan
  3. Bank DKI
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini