Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Target Jadi Perusahaan Global, Kimia Farma Apotek Bakal IPO Usai Pemilu 2024

Target Jadi Perusahaan Global, Kimia Farma Apotek Bakal IPO Usai Pemilu 2024

Untuk menjadi perusahaan global, Kimia Farma Apotek harus lebih transparan melalui IPO.

CEO PT Kimia Farma Apotek Agus Chandra menargetkan untuk menjadi perusahaan global (world class company). Untuk itu, pihaknya berencana menggelar penawaran saham perdana, atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Target Jadi Perusahaan Global, Kimia Farma Apotek Bakal IPO Usai Pemilu 2024

Rencananya, aksi korporasi itu akan dilakukan selepas pemilu 2024. Merujuk pada perusahaan apotek berkelas dunia, mereka memiliki model bisnis cukup kuat yang terintegrasi antara sektor kesehatan dan pelayanan farmasi secara online.

Menurut dia, guna menggapai target menjadi perusahaan global, batu loncatan pertama Kimia Farma Apotek yakni harus lebih transparan melalui rencana IPO.

Target Jadi Perusahaan Global, Kimia Farma Apotek Bakal IPO Usai Pemilu 2024

"Kita lagi mencari timing yang pas, mungkin after tahun politik selesai. Sekarang kan kalau kita lihat, rejeki, uang mulai kering. Kalau setelah pemilu nanti uang mulai beredar lagi," ujar Agus Chandra dalam sesi Press Conference The 18th Annual Markplus Conference di Jakarta, Rabu (29/11/2023).

Dia berharap, setelah terpilihnya capres dan cawapres baru, pergerakan uang yang berasal dari luar negeri bisa mulai masuk kembali ke pasar Tanah air.

"Mungkin timing yang pas kita akan cari saat itu. Karena IPO kan kita selain raising fund, kita juga pingin supaya perusahaan kita lebih transform," imbuh Agus Chandra.

Namun, langkah IPO Kimia Farma Apotek bukan hanya sekadar menggalang dana. Lebih kepada melakukan transformasi perusahaan jadi lebih transparan.

"Tapi tetap kan UUD juga, ujung-ujungnya duit. Jadi kita memang ingin mengembangkan kapabilitas digital kita masih kurang. Terus kita juga sedang membangun strong brand. Ini kan investasi juga," tuturnya.


"Makanya alokasi kita juga nanti akan mengembangkan bisnis kita tadi, selain sebagian kita akan melakukan investasi organik dan anorganik," jelas Agus.

Dari aksi IPO ini, dia mengincar raupan dana hingga Rp 6 triliun.

"Mungkin kalau target dana, dilihat size company kita sekitar Rp 4-6 triliun bisa kita ambil dari market. Kita lihat nanti kan potensinya terus berkembang, lihat situasi 1-2 tahun ke depan ini kira-kira seperti apa," katanya.

Dari aksi IPO ini, dia mengincar raupan dana hingga Rp 6 triliun.

Kimia Farma Apotek kini telah hadir di 700 kecamatan di 37 provinsi. Namun, ia ingin perseroan memperkuat sektor offline store.

"Masih banyak kecamatan yang belum kita hadir. Jadi ruang itu masih bisa terbuka. Kita kan ada 1.800 outlet. Sedangkan di Indonesia saat ini ada 30.000 ritel farmasi," kata dia.

Menurut dia, sebenarnya masih banyak peluang yang bisa Kimia Farma Apotek hadapi ke depan. Untuk anorganiknya, perusahaan juga bisa melakukan pertumbuhan bisnis yang relatif dekat dengan masyarakat.

"Misal vitamin, kan bukan hanya obat yang dijual. Seperti vitamin kalau di tempat kita sekitar 15 persen kontribusinya. Itu cukup bagus," ungkap Agus Chandra.

Merdeka.com

Dia juga tidak memungkiri produk industri farmasi dari China kini sudah tak terbendung lagi. Melalui dana IPO Kimia Farma Apotek ingin melakukan transformasi, salah satunya dengan memperkuat brand.

"Jadi mendukung pengembangan produk juga, kita mau membangun beberapa produk private label. Selain margin-nya cukup bagus, akan membuat branding kita juga meningkat," ujar Agus Chandra.

Harga Minyak Mahal, Pemerintah Kejar Target Produksi Minyak 1 Juta Barel per Hari
Harga Minyak Mahal, Pemerintah Kejar Target Produksi Minyak 1 Juta Barel per Hari

PHE siap mendukung pemerintah untuk mencapai target produksi minyak nasional tahun 2030 sebesar 1 juta Barel per hari.

Baca Selengkapnya icon-hand
63 Perusahaan Melantai di Bursa Saham Sepanjang 2023, Raup Dana Rp49 Triliun dari IPO
63 Perusahaan Melantai di Bursa Saham Sepanjang 2023, Raup Dana Rp49 Triliun dari IPO

Sampai dengan saat ini telah terdapat 887 perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia, dengan 28 perusahaan dalam pipeline atau antrean pencatatan saham.

Baca Selengkapnya icon-hand
KKP Hadirkan Gerai Produk UMKM Perikanan
KKP Hadirkan Gerai Produk UMKM Perikanan "Ulammart" di Stasiun Gambir

Gerai tersebut dihadirkan sebagai upaya memperluas akses pasar UMKM perikanan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Diam-Diam, Pemerintah Naikkan Harga Gula dari Rp14.500 Jadi Rp16.000 per Kg
Diam-Diam, Pemerintah Naikkan Harga Gula dari Rp14.500 Jadi Rp16.000 per Kg

Acuan harga mempertimbangkan harga gula di produsen atau harga internasional, biaya kemasan, biaya distribusi, dan sebagainya.

Baca Selengkapnya icon-hand
Barang Impor di TikTok Shop Harus Dipungut Pajak
Barang Impor di TikTok Shop Harus Dipungut Pajak

Pasalnya, harga barang impor yang dijual social commerce jauh lebih murah ketimbang produksi UMKM lokal.

Baca Selengkapnya icon-hand
Sambut HPS 2023, Kementan Perkuat Target Produksi Pangan
Sambut HPS 2023, Kementan Perkuat Target Produksi Pangan

Untuk mendukung target tersebut, Arief meminta Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal PSP dan BPPSDMP untuk saling bersinergi

Baca Selengkapnya icon-hand
Saat Anggota DPR Protes soal TikTok Ancam Pelaku UMKM di Rapat Paripurna
Saat Anggota DPR Protes soal TikTok Ancam Pelaku UMKM di Rapat Paripurna

Anggota Komisi VI DPR RI Amin AK menyampaikan pandangannya terkait ancaman terhadap pelaku UMKM di e-commerce.

Baca Selengkapnya icon-hand
Teten Masduki: Menteri Koperasi Tak Bisa Tutup TikTok Shop
Teten Masduki: Menteri Koperasi Tak Bisa Tutup TikTok Shop

Menurut Teten, masuknya barang konsumsi yang lebih banyak berasal dari luar negeri dengan harga yang murah dapat merusak ekosistem UMKM.

Baca Selengkapnya icon-hand
Curhat Pelaku UMKM Soal Rencana Pembatasan Penjualan Produk Impor di Bawah Rp1,5 Juta
Curhat Pelaku UMKM Soal Rencana Pembatasan Penjualan Produk Impor di Bawah Rp1,5 Juta

Rencana pembatasan penjualan produk impor di bawah Rp1,5 Juta untuk melindungi produk UMKM dari ancaman produk impor, salah satunya TikTok Shop.

Baca Selengkapnya icon-hand