Tak Hanya Tiket Mahal, Ini Penyebab Turunnya Jumlah Penumpang Pesawat
Merdeka.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengakui jumlah penumpang pesawat udara Lebaran kali ini mengalami penurunan. Selain tarif tiket pesawat yang masih tinggi, penyebab lainnya karena banyak masyarakat yang sudah mulai beralih menggunakan jalur darat pada saat mudik Lebaran.
"Secara umum memang menurun. Tapi kombinasi. Khususnya untuk bandara-bandara yang ada di Jawa itu menurun lebih banyak karena pindah menggunakan tol," katanya saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Senin (3/6).
Dengan dibukanya Tol Trans Jawa secara otomatis membuat sebagian masyarakat penasaran dan ingin menjajaki tol tersebut. Sehingga banyak orang yang kemudian beralih dengan menggunakan kendaraan roda empat.
"Bayangkan mereka ke Semarang hanya 5-6 jam," imbuhnya.
Sementara itu, penurunan jumlah penumpang yang terjadi dibeberapa bandara di luar Jawa pun dikarenakan masih tingginya harga tiket yang dijual oleh sejumlah maskapai. Untuk itu dirinya pun, tak henti-hentinya selalu berkoordinasi dengan kementerian atau lembaga terkait untuk mengkaji agar tarif tiket pesawat bisa kembali normal.
"Tapi kalau di luar Jawa mungkin karena memang faktor harga. Kami akan lakukan kajian agar bisa diselesaikan dengan baik. Tiket pesawat bukan hanya domain Kementerian, tapi faktor avtur, PPN, di situ ada faktor-faktor lain yang harus dibicarakan. Kami akan bicarakan ke Menko Maritim dan Menko Perekonomian," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, menggelar video conference guna memastikan kondisi arus mudik Lebaran 2019 berjalan aman. Melalui sambungan video, Menteri Budi melakukan pengecekan langsung untuk setiap daerah-daerah yang menjadi titik kepadatan saat mudik Lebaran.
Dalam video conference tersebut, Menhub Budi menerima laporan adanya penurunan jumlah penumpang penerbangan udara di Balikpapan. "Pesawat udara turun 24 persen dibanding tahun lalu. Makanya gak ada extra flight. Ada beberapa penerbangan yang tarifnya mendekati atau bahkan ada beberapa rute yang melebihi tarif batas atas," kata Kepala Badan Litbang Perhubungan Kemenhub, Sugihardjo.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya