Menteri Investasi Rosan Roeslani memberikan klarifikasi mengenai penunjukan dua warga negara asing (WNA) sebagai direksi baru PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Penjelasan ini disampaikan Rosan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat (17/10), menanggapi berbagai kritik yang muncul. "Ya ini kan memang dari manajemen Garuda kita ada penguatan," ujar Rosan, menegaskan bahwa keputusan ini merupakan bagian dari upaya besar untuk memperkuat manajemen dan transformasi menyeluruh di tubuh maskapai pelat merah tersebut.
Rosan menegaskan bahwa penunjukan Balagopal Kunduvara dan Neil Raymond Mills bertujuan utama untuk memperkuat aspek transformasi dan teknologi di Garuda Indonesia. Ini menjadi langkah historis karena merupakan kali pertama ekspatriat menempati posisi direksi dalam Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia. Ia menambahkan, "Kalau dilihat lebih dalam lagi, kan memang ada dua orang juga dari warga negara asing yang untuk pertama kalinya ditempatkan di BUMN karena di dalam undang-undangnya sudah diperbolehkan."
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Garuda Indonesia pada Rabu (15/10) secara resmi menyetujui perombakan jajaran direksi dan komisaris. Selain pergantian Direktur Utama, RUPSLB juga menetapkan dua direktur baru berkewarganegaraan asing ini. Langkah ini diharapkan membawa angin segar dan keahlian global ke dalam operasional perusahaan, mendukung visi transformasi yang lebih luas.
Advertisement
Advertisement
Keahlian Global untuk Transformasi Garuda
Penunjukan ekspatriat Garuda Indonesia ini didasari oleh pertimbangan pengalaman dan keahlian global yang mumpuni. Rosan Roeslani menekankan bahwa kedua direktur baru memiliki rekam jejak panjang di industri penerbangan internasional. "Karena pengalamannya dari yang orang ekspatriat ini 25 tahun di Singapore Airlines," ungkap Rosan, menyoroti kualitas individu yang direkrut.
Rosan melanjutkan, "Kemudian, yang satu lagi juga pengalaman di berbagai banyak penerbangan internasional, sehingga penting dalam rangka transformasi." Keahlian global dari ekspatriat Garuda Indonesia ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam proses transformasi Garuda Indonesia. Pengalaman mereka di berbagai penerbangan internasional menjadi modal berharga untuk menghadapi tantangan industri.
Salah satu dari ekspatriat tersebut juga dipercaya untuk memimpin bidang teknologi dan transformasi di Garuda. Ini menunjukkan fokus manajemen pada modernisasi dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi terkini. "Jadi, kalau lihat secara keseluruhannya, menurut kami ini adalah suatu langkah yang sangat baik," pungkas Rosan, optimis terhadap dampak positifnya.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Danantara dan Mekanisme Hukum
Sebagai lembaga pengelola investasi negara, Danantara terus aktif melakukan analisis lanjutan terhadap kinerja dan strategi Garuda Indonesia. Menteri Investasi Rosan Roeslani memastikan adanya dukungan pendanaan lanjutan bagi maskapai ini. "Kita akan memberikan pendanaan selanjutnya," ujar Rosan, menegaskan komitmen Danantara.
Rosan menambahkan, "Jadi, kita memastikan juga dengan pendanaan yang diberikan selanjutnya ini bagaimana implementasi dan penggunaan dana ini benar sesuai dengan apa yang direncanakan." Pendanaan tersebut akan diawasi ketat untuk memastikan implementasi dan penggunaannya sesuai rencana. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci dalam pengelolaan dana ini.
Rosan menegaskan bahwa semua mekanisme terkait masa kerja kedua ekspatriat Garuda Indonesia ini akan mengikuti ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini menjamin bahwa penunjukan dan operasional mereka berada dalam koridor hukum yang sah. RUPSLB Garuda Indonesia pada Rabu (15/10) secara resmi menyetujui perombakan jajaran direksi dan komisaris.
Advertisement
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pergantian posisi Direktur Utama dari Wamildan Tsani kepada Glenny H. Kairupan. Thomas Sugiarto Oentoro ditetapkan sebagai Wakil Direktur Utama, menggantikan posisi sebelumnya yang kini diisi dengan struktur baru. Sementara itu, kursi komisaris yang ditinggalkan Glenny diisi oleh Frans Dicky Tamara, melengkapi struktur manajemen baru.
Sumber: AntaraNews