Tahukah Anda? Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak di 64 Titik Sulawesi Utara, Bantu Stabilkan Harga Bahan Pokok

Perum Bulog Sulawesi Utara menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 64 titik, membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau dan menstabilkan harga di pasaran.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak di 64 Titik Sulawesi Utara, Bantu Stabilkan Harga Bahan Pokok
Perum Bulog Sulawesi Utara menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 64 titik, membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau dan menstabilkan harga di pasaran. (Merdeka.com)

Perum Bulog Sulawesi Utara meluncurkan inisiatif penting pada Sabtu, 30 Agustus, dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak. Kegiatan ini tersebar di 64 titik strategis di seluruh wilayah Sulawesi Utara. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat luas.

Kepala Perum Bulog Sulut, Ermin Tora, menyatakan bahwa GPM ini bertujuan utama membantu warga. Mereka dapat mengakses kebutuhan dasar seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir dengan harga yang lebih ekonomis. Inisiatif ini juga diharapkan mampu menstabilkan harga komoditas di pasar lokal. Ini adalah bagian dari komitmen Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Ribuan kilogram beras SPHP, ribuan liter minyak goreng, dan gula pasir digelontorkan dalam GPM. Kerjasama erat terjalin antara Bulog dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, serta BUMN setempat. Ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga ketahanan pangan di daerah. Kegiatan ini juga menjadi bukti sinergi berbagai pihak untuk kesejahteraan rakyat.

Upaya Bulog Menstabilkan Harga Bahan Pokok

Perum Bulog Sulawesi Utara secara aktif berupaya menjaga stabilitas harga bahan pokok melalui Gerakan Pangan Murah ini. Kegiatan GPM serentak ini menjadi salah satu strategi efektif untuk menekan laju inflasi. Masyarakat kini memiliki akses lebih mudah terhadap komoditas esensial. Program ini diharapkan memberikan dampak positif jangka panjang bagi perekonomian lokal.

Dalam pelaksanaan GPM, Bulog menggelontorkan 173.250 kilogram beras SPHP. Rata-rata setiap titik menerima pasokan antara 2.000 hingga 4.000 kilogram beras. Selain itu, 7.850 liter minyak goreng dan 7.700 kilogram gula pasir turut didistribusikan. Jumlah ini menunjukkan skala besar dari operasi distribusi pangan ini.

Lokasi GPM mencakup kota-kota besar seperti Manado dan Bitung, serta kabupaten Minahasa, Minahasa Utara, dan Minahasa Selatan. Distribusi yang merata ini memastikan Gerakan Pangan Murah dapat menjangkau lebih banyak warga. Ini adalah langkah konkret Bulog dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Upaya ini juga membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.

Antusiasme Masyarakat Terhadap Beras SPHP Bulog

Kehadiran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dalam Gerakan Pangan Murah disambut baik oleh masyarakat. Warga merasa sangat terbantu dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan beras di pasaran. Kualitas beras SPHP juga terjamin karena disimpan sesuai standar nasional di gudang Bulog. Ini memberikan jaminan kualitas bagi konsumen.

Renny K, seorang warga dari Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, mengungkapkan rasa syukurnya. Ia mengaku akhirnya bisa mendapatkan beras SPHP yang sebelumnya hanya terlihat di televisi. Harga yang ditawarkan dalam GPM ini sangat terjangkau baginya. Pengalaman langsung ini membuktikan manfaat nyata program.

Masyarakat berharap pemerintah dapat terus memperluas jangkauan penjualan beras SPHP. Mereka menginginkan beras ini tersedia hingga ke desa-desa terpencil. Kebutuhan pangan yang berkualitas dan terjangkau tidak hanya dirasakan oleh warga kota, tetapi juga oleh masyarakat pedesaan. Harapan ini menunjukkan adanya permintaan yang tinggi dari seluruh lapisan masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi