Tahap Awal, Inti Ibu Kota Negara Dibangun di Atas Lahan 6.000 Hektare

Kamis, 3 Oktober 2019 20:11 Reporter : Saud Rosadi
Tahap Awal, Inti Ibu Kota Negara Dibangun di Atas Lahan 6.000 Hektare Dua menteri kunjungi Sepaku di Kalimantan Timur. ©2019 HO/Pemprov Kaltim

Merdeka.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dan Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil bersama Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor meninjau kecamatan Sepaku, kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu (2/10). Kawasan itu digadang jadi kawasan inti ibu kota negara (IKN).

Beberapa lokasi yang dikunjungi adalah Desa Bumi Harapan, Kelurahan Pemaluan, Desa Binuang, Desa Telemow, hingga dan Kelurahan Maridan. Semua itu berada di kecamatan Sepaku. Meski memang Presiden Joko Widodo belum menyebut spesifik lokasi kawasan inti IKN baru.

Isran mengatakan, tidak menyoal dimanapun koordinat IKN itu nantinya ditetapkan. Namun demikian, yang pasti, Pemprov Kalimantan Timur terus memberi dukungan penuh terkait rencana pemindahan IKN.

"Sejak awal, pemerintah dan masyarakat Kaltim sangat bahagia dan gembira. Itu modal penting untuk mewujudkan sebuah ibu kota negara. Jadi tidak ada resistensi, tidak ada penolakan dari masyarakat Kaltim," kata Isran di Sepaku dalam keterangan tertulis diterima merdeka.com dari Biro Humas dan Protokol Setprov Kalimantan Timur, Kamis (3/10).

Isran menjelaskan, masyarakat setempat dan masyarakat Kaltim, secara umum diyakini Isran siap menerima para pendatang. Sebab Kaltim yang heterogen, sudah sejak lama sangat terbuka dengan kehadiran pendatang.

"Yang jelas, kami akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menyiapkan diri, meningkatkan kualitas dan kemampuan. Agar mampu terlibat dalam proses ini, tidak hanya menjadi penonton. Kita harus bisa mengambil manfaat dari pemindahan IKN ini," ujar Isran.

Dalam kesempatan itu, Menteri Bambang Brodjonegoro menegaskan, pembangunan IKN bakal dikemas berwawasan lingkungan. Termasuk, moda transportasi kawasan juga ramah lingkungan. Bahkan, Menteri Sofyan Djalil bahkan menyebut luas lahan pada tahap awal pembangunan IKN nanti. "Kita bangun di lahan enam ribu hektar," sebut Sofyan Djalil.

Di Sepaku, rombongan juga sempat menikmati keindahan menara berwarna kuning menjulang tinggi, sebagai menara pemantau api (fire tower) yang dibangun tahun 1995 dengan ketinggian 20 meter, berada di lokasi Sector Terunen Estate D.072.

Menara yang berada di perbukitan tengah hutan di Kelurahan Pemaluan itu, dikenal dengan sebutan Menara Sudarmono, Wakil Presiden RI, yang meresmikan menara tersebut di waktu lalu. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini