Survei: Penjualan Rumah Jabodetabek Naik 53,5 Persen di Kuartal III-2021

Rabu, 24 November 2021 20:32 Reporter : Dwi Aditya Putra
Survei: Penjualan Rumah Jabodetabek Naik 53,5 Persen di Kuartal III-2021 perumahan. ©2012 Merdeka.com/sapto anggoro

Merdeka.com - Indonesia Property Watch (IPW) merilis laporan Tren Penjualan Perumahan Kuartal III-2021 di wilayah Jabodetabek-Banten. Survei tersebut menemukan bahwa ada kenaikan penjualan properti sebesar 53,5 persen dibanding kuartal sebelumnya (QtoQ).

CEO IPW, Ali Tranghanda menyatakan, hingga kuartal III-2021 pasar perumahan terfokus pada segmen menengah-atas. Penjualan rumah tertinggi di segmen tersebut ada di wilayah Tangerang dan sekitarnya dengan rata-rata sebesar 66,9 persen dari jumlah pasar.

“Segmentasi pasar terus bergeser ke segmen menengah sampai atas. Peningkatan penjualan cukup tinggi di segmen Rp1 miliar ke atas,” ujarnya, Rabu (24/11).

Minat masyarakat terhadap properti tidak pernah surut meski di masa pandemi. Di kuartal III-2021 pertumbuhan nilai penjualan properti mengalami peningkatan 53,5 persen. Rumah tapak masih mendominasi pilihan para end-user karena selain sebagai tempat tinggal dan tempat berbisnis, rumah tapak juga merupakan instrumen investasi.

Menurut Bank Indonesia, Indeks Harga Properti Residensial dapat memberikan keuntungan 5 persen per tahun, lebih unggul dibandingkan bunga deposito yang rata-rata 3 persen per tahun.

CEO PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), John Riady mengungkapkan bahwa rumah merupakan kebutuhan yang nyata. Saat ini konsumen sudah memiliki purchase power maka terjadilah demand pasar lebih tinggi dibandingkan unit yang tersedia.

Dengan pendapatan per kapita Indonesia sekitar USD3.900 dan suku bunga perbankan cenderung turun menjadikan affordability masyarakat meningkat. “Kami sebagai pengembang harus inovatif untuk dapat memenuhi permintaan pasar yang sangat besar," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Survei Lainnya

Menurut survei internal LPKR, kalangan milenial yang merupakan the real end user sangat tertarik untuk membeli rumah harga di bawah Rp2 miliar. Bagi kalangan milenial, properti sudah seperti dunia fashion yang kini bukan selalu mengenai brand – mahal, namun juga keterjangkauan serta functionality terbaik.

LPKR membuktikan keberhasilan penjualan rumah yang terus meningkat dengan melakukan 8 kali peluncuran Cendana Series sepanjang tahun 2020–2021 yang selalu sold out dalam waktu rata-rata 3 jam.

Pada awal Desember 2021 LPKR mempersiapkan penjualan rumah tapak segmen menengah atas mulai harga Rp800 juta ‘Cendana Cove’.

LPKR telah meningkatkan pra penjualan sembilan bulan pertama tahun 2021 menjadi Rp3,9 triliun dan telah mencapai 93 persen dari target di tahun 2021 sebesar Rp4,2 triliun. Dengan peluncuran Cendana Cove pada kuartal IV-2021, LPKR diprediksi akan berhasil bahkan melampaui target pra penjualan tahun 2021. [idr]

Baca juga:
Jual Roti Bakar di Papua, Pria Ini Bangun Rumah Mewah di Kampung Habiskan Rp1 Miliar
Dorong Perumahan Ramah Lingkungan, BTN Sediakan Kompor Listrik untuk Debitur KPR
Rumah Megah Bekas Pembunuhan Ditinggalkan, Kolam Renang Besar jadi Saksi Penikaman
Pengembang Minta Pemerintah Perpanjang Diskon Pajak Properti Hingga Akhir 2022
Bingung Mau Beli atau Sewa Rumah, Simak Perbedaan Keuntungannya
Rumah Mewah Terabaikan Sejak Pemilik Wafat, Penuh Perabot dan Punya Bunker Pribadi

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Perumahan
  3. Properti
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini