Survei: Lebih selektif belanja, daya beli masyarakat menengah atas masih positif

Rabu, 15 November 2017 07:00 Reporter : Siti Nur Azzura
Ilustrasi menabung. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock/Bevan Goldswain

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membantah adanya penurunan daya beli masyarakat. Menurutnya, Indonesia tengah mengalami anomali ekonomi karena tingkat inflasi tengah rendah namun daya beli turun.

Menurutnya, jika penurunan daya beli terjadi di kalangan masyarakat atas maka diyakini ada perubahan pola konsumsi. Di mana, masyarakat lebih suka menyimpan dan menginvestasikan uangnya ketimbang membelanjakannya.

"Tabungan di atas Rp 5 M naik, jumlah DPK juga naik. Artinya masyarakat atas yang memiliki daya beli menyimpan uangnya di bank," ujarnya.

Selain itu, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Suprajarto mengaku bahwa industri ritel tengah melemah saat ini. Salah satu alasannya adalah sikap masyarakat yang menahan daya belinya dan memilih untuk menyimpan uangnya.

"Menurut pengamatan saya, mungkin daya beli (masyarakat) agak ditahan karena mereka mau lihat kondisi ke depan seperti apa," kata Suprajarto di gedung BRI, Jakarta, Kamis (3/8).

Menurut hasil riset AC Nielsen seperti dikutip HaloMoney, kelas bawah dan kelas menengah ke bawah tertekan daya beli sehingga melakukan banyak strategi penghematan. Lalu, bagaimana dengan kelas menengah dan atas di Indonesia? [azz] SELANJUTNYA

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.