Suntikan Dana Asing Untuk Unicorn Selamatkan Investasi Indonesia

Selasa, 26 Februari 2019 20:18 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Suntikan Dana Asing Untuk Unicorn Selamatkan Investasi Indonesia Startup. © bmccanada.ca

Merdeka.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong menyebutkan investasi asing ke unicorn menyelamatkan iklim investasi asing di Indonesia secara keseluruhan.

"Karena kalau bukan karena investasi dan arus modal yang deras masuk ke dalam unicorn juga banyak ke startup lainya maka investasi internasional turun, bukan naik," kata Thomas dalam sebuah acara diskusi di Gedung Kemenkominfo, Jakarta, Selasa (26/2).

Dia mengungkapkan, arus modal masuk ke ekonomic digtal berasal dari dua sektor yang menyelamatkan investasi internasional menjadi naik. Pertama, adalah e-commerce kemudian yang kedua adalah smelter atau pabrik pengolahan dan pemurnian logam.

"Jadi, saya tentunya terimakasih atas trend ini. Karena kalau bukan karena investasi dan arus modal deras yang masuk ke dalam unicorn dan juga ekonomi digital, investasi global itu malah turun loh," ujarnya.

Dia melanjutkan, investasi untuk unicorn menjadi sorotan sebab memiliki valuasi yang cukup besar. Selain itu, unicorn juga dinilai sangat membantu dalam mengembangkan roda perekonomian masyarakat. Banyak kemudahan yang ditawarkan dan dinikmati oleh masyarkat luas dengan kehadiran unicorn tersebut.

"Nah saya ini selalu mengingatkan, kita harus melihat, tak hanya kuantitas investasi, tapi juga kualitas investasi. Kita kejar target, kita harapkan nilai besar. tapi juga berkualitas tinggi," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menegaskan unicorn di Indonesia tidak akan bisa dikuasai oleh asing. Meski mendapat suntikan dana dari asing, unicorn tidak akan berganti kepemilikan. Sebab model bisnisnya berbeda dengan perusahaan konvensional.

Jika di perusahaan biasa, pemimpin bisa berganti menjadi pemilik moda terbesar. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi unicorn. Kepemimpinan tetap berada di tangan founder.

"Startup tidak gitu. Founder itu tidak boleh keluar malah, meski suatu saat listed. Venture capitalnya? ya mereka cuman uang saja," ujarnya.

Dia mencontohkan, di Indonesia PT Djarum menyuntikkan dana di beberapa start up. Namun mereka tidak bisa menjadi direktur di perusahaan start up tersebut.

"Unicorn Indonesia misalnya, Djarum investornya, Astra ke Gojek misalnya, paling mentok jadi komoisaris aja. CEO, Founder dan lain-lain itu ya dari perusahaan. Mereka believes jadi investor. Zaky (Bukalapak), Fery (Traveloka), William (Tokopedia), Nadiem (Gojek) ya gak boleh keluar," ujarnya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini