Suku Bunga Acuan BI Terus Turun, Bunga KPR Kok Belum Turun?

Rabu, 27 November 2019 19:02 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Suku Bunga Acuan BI Terus Turun, Bunga KPR Kok Belum Turun? Gedung Bank Indonesia. Merdeka.com / Dwi Narwoko

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuan atau Bank Indonesia 7-days repo rate (BI 7DRR) sejak Juli lalu. Suku bunga acuan kini berada pada angka 5 persen.

Lalu kapan bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) turun?

Direktur Finance, Planning, & Treasury PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon L. P. Napitupulu mengakui bahwa saat ini pihaknya belum menurunkan bunga KPR. Untuk menyesuaikan dengan kebijakan bank sentral, menurutnya butuh waktu yang tidak sebentar.

"Jadi BI Rate sudah turun, digiring turun terus. Kemudian pelonggaran reserve requirement turun lagi 50 basis poin, tapi memang market itu turunnya nggak langsung ya," kata dia di kantornya, Jakarta, Rabu (27/11).

Dia mengungkapkan, penyesuaian suku bunga acuan terhadap bunga KPR setidaknya butuh waktu 3 hingga 6 bulan sejak diturunkan.

"Di Indonesia, adjustment-nya (penyesuaiannya) bisa 3 sampai 6 bulan, transmisi dari ketentuan BI sampai ke consumer," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Disesuaikan Jangka Waktu Simpanan

Penyesuaian diperlukan lantaran deposito berjangka (time deposit) dengan jangka waktu simpanan selama 3-6 bulan di BTN cukup tebal.

Selain itu penurunan suku bunga bank sentral pun tidak langsung. Namun bertahap sebesar 25 basis point (bps).

"Jadi nunggu depositonya jatuh tempo baru bisa repricing kan. Jadi kalau kita sudah deal dengan harga 8, tiba-tiba BI Rate turun kan nggak bisa semena-mena kita turunin sampai kontraktualnya dia jatuh tempo. Itu yang sebabkan kenapa transmisi butuh 3-6 bulan secara rata-rata. Dan juga turunnya BI Rate kan 1/4, 1/4, (25 bps) nggak langsung. Ini juga kita lihat," jelasnya.

Selanjutnya, adalah likuiditas market saat ini dianggap masih cukup ketat. Di mana saat ini posisi loan to deposit ratio (LDR) BTN dikisaran 94 persen.

"Kalau sudah 94-95 persen memang menurut saya sudah sangat ketat ya. Jadi itu yang sebabkan orang belum berani secara drastis menurunkan suku bunga dananya. Kalau suku bunga dana nggak bisa turun drastis maka memang penurunan suku bunga kreditnya juga sangat bertahap. Itu yang terjadi di market," tutupnya. [idr]

Baca juga:
SMF Siapkan Penerbitan Efek Beragun Aset Syariah
Pemerintah Longgarkan Aturan DP Rumah Subsidi Menjadi 1 Persen
Gelar Pameran Properti IPEX 2019, BTN Incar Nilai Transaksi Rp3 Triliun
Dapat Suntikan Modal Rp 2,5 Triliun, SMF Tingkatkan Ketersediaan Rumah MBR
Kebijakan BI Turunkan Uang Muka KPR Gairahkan Industri Properti Tengah Landai
Bank Mandiri Fasilitasi Pembelian Perumahan Perumnas, Ada Promo Menarik

Topik berita Terkait:
  1. KPR
  2. BTN
  3. Perbankan
  4. Suku Bunga
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini