Strategi Pertamina Kembangkan B100

Rabu, 29 Januari 2020 17:39 Reporter : Merdeka
Strategi Pertamina Kembangkan B100 Pertamina. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk memproduksi biodiesel murni (B100), dengan membangun fasilitas pengolahan minyak sawit (Crude Palm Oil/CPO) sebagai bahan bakunya.

‎Pertamina terus meningkatkan campuran unsur nabati (Fatty Acid Methyl Ester/FAME) pada solar. Sejak dimulai pada 2006 dengan kandungan FAME pada solar sebesar 2,5 persen, saat ini kandungan FAME yang dicampur dengan solar meningkat menjadi 30 persen (B30).

"‎Pertamina rencanakan sampai B100, tahapan Pertamina ada tiga langkah, menengah maupun panjang," kata Nicke, saat rapat dengan Komisi VII. DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (29/1).

Untuk memproduksi bahan bakar B100 Pertamina ‎akan melakukan modifikasi (revamping equipment) Kilang Cilacap. Hal ini penting dilakukan, sebab dalam proses pencampuran FAME dengan solar saat ini hanya mampu dengan kandungan 30 persen saja.

"Di 2022 revamping equipment di Kilang Cilacap selesai. Jadi akan hasilkan B100 300 ribu ton per tahun," tuturnya.

2 dari 2 halaman

Kilang Plaju

strategi pertamina kembangkan b100

Nicke melanjutkan, Pertamina juga akan memproduksi B100 dari Green Refinary Plaju. Fasilitas tersebut akan memproduksi green diesel dan green avtur sebanyak 1 juta Kilo Liter (KL) per tahun, dengan kapasitas 80 ribu barel per hari.

Menunggu dua proyek tersebut rampung, upaya Pertamina memproduksi B100 dalam waktu dekat dengan menerapkan mekanisme co-processing, yaitu mencampur Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO) dan minyak mentah di kilang. Saat RBDPO telah diolah dengan campuran sebesar 20 persen ke minyak mentah.

Pertamina telah menetapkan Kilang Cilacap menerapkan mekanisme yang pertama dilakukan di dunia ini. Selanjutnya, mekanisme tersebut akan diterapkan di seluruh kilang yang dioperatori Pertamina.

"Ini sudah dilaksanakan sejak 2 tahun lalu dan hari ini secara kapasitas sudah bisa mencampur 20 persen. Diinject langsung, ini sebetulnya co-processing, adalah pertama di dunia," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Pasokan Minyak Sawit RI Hanya Cukup Hingga Program B50
PLN: Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Berpotensi Rusak Gunakan B100
Kadin Dorong Pengembangan Bahan Bakar Berbasis Karet
Kuota Impor Minyak Dipangkas di 2020, Pertamina Diminta Manfaatkan B30
Mercedes-Benz Siap Gunakan Bahan Bakar B30
Di HUT PDIP, Jokowi Banggakan Pertumbuhan Ekonomi RI Hingga Biodiesel

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini