Strategi Pemerintah Lawan Kebakaran Hutan

Rabu, 21 Agustus 2019 18:59 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Strategi Pemerintah Lawan Kebakaran Hutan Menkopolhukam Wiranto. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto mengatakan, pemerintah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengatasi kebakaran hutan. Tahun ini, titik api yang terpantau jauh lebih besar dibandingkan tahun lalu.

"Pada tahun yang sama ternyata titik api itu lebih besar tahun lalu pada bulan yang sama. Walaupun di dukung dengan kondisi El Nino. Lebih kering lagi. Kebakaran hutan itu sebagian besar itu karena ulah manusia. Ladang berpindah, membuka lahan dengan membakar hutan, itu ternyata bagian terbesar dari kenapa terjadi kebakaran hutan," kata dia, di kantornya, Jakarta, Rabu (21/8).

Dia mengatakan, pemerintah telah menyiapkan strategi baik dari kesiapan prosedur, pasukan pemadam, dan prasarana. Dalam rakor juga diungkapkan sejumlah tantangan serta upaya perbaikan yang harus dilakukan

"Ada beberapa poin untuk kita perbaiki. Pertama lawan dari kebakaran hutan yang paling efektif adalah hujan. Masalahnya beberapa tempat hujan belum turun. Bisa dibuat dengan hujan buatan. Tapi tergantung BMKG ramalan cuaca itu apakah ada awan," jelasnya.

Jika hujan alam tak kunjung ada dan hujan buatan sulit dilakukan, maka upaya pemadam api dilakukan melalui water bombing. Saat ini sudah ada 37 armada helikopter untuk melakukan water bombing.

"Tadi kita katakan siap-siap kalau ada awan langsung hujan buatan dilaksanakan. Kemudian pengaktifan pasukan kebakaran hutan, Mandala Agni dari pemerintah daerah, TNI Polri juga disiapkan. Mudah-mudahan mereka bisa tetap siaga," imbuhnya.

Wiranto menambah, pemerintah pusat pun mengimbau pemerintah daerah untuk lebih aktif dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan. "Presiden sudah sampaikan arahan bahwa ini tugas daerah. Jangan hanya tergantung pada pusat. Tugas para gubernur bupati yang punya daerah yang rawan kebakaran itu. Lebih aktif lagi. Mengaktifkan sumber daya untuk bisa menanggulangi api itu," ujarnya.

Beberapa kementerian seperti kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan, lanjut dia, sudah membangun posko-posko untuk membantu proses penanganan dampak kebakaran kepada masyarakat.

"Kemudian Menteri Perhubungan menyiapkan re-evakuasi kalau dibutuhkan. Sekarang belum. Dari Kementerian Luar Negeri sudah menyampaikan sementara ini belum ada protes dari negara lain, karena asap keluar perbatasan. Mudah-mudahan tidak ada," jelas dia.

"Kementerian Kesehatan sudah menyiapkan pos-pos, shelter-shelter 16 posko dan 35 shelter di wilayah yang rawan kebakaran hutan untuk menampung masyarakat yang terganggu kesehatannya ditampung di situ," tandasnya. [azz]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini