Strategi Menteri Sri Mulyani jaga Rupiah agar tak melemah makin dalam
Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika (USD) terus merosot beberapa waktu ke belakang. Bahkan, pada perdagangan kemarin Senin (7/5), Rupiah sempat tembus sekitar Rp 14.003 per USD.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan di tengah situasi pelemahan Rupiah yang terus terjadi pemerintah bersama Bank Indonesia akan berupaya menjaga kondisi ekonomi dalam keadaan stabil.
"Kita akan terus bersama sama Bank Indonesia dan seluruh kementerian akan menjaga kinerja dan pondasi Indonesia," ujar Menteri Sri Mulyani di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (7/5) malam.
Menteri Sri Mulyani menjelaskan, pelemahan Rupiah terjadi karena sentimen pasar menyikapi berbagai kebijakan Amerika Serikat. Termasuk kenaikan suku bunga acuan negara Paman Sam tersebut.
"Dalam situasi di mana pasar saat ini sedang melakukan penyesuaian karena adanya pertama perubahan di dalam kebijakan pemerintah Amerika setiap data dan kenaikan suku bunga yang terjadi di Amerika Serikat pasti menunjukan dampak di seluruh dunia," jelasnya.
"Maka dalam situasi seperti ini kita akan terus menjaga perekonomian Indonesia, pondasi kita perkuat kinerja kita perbaiki sehingga apa yang disebut sentimen market itu relatif bisa netral terhadap Indonesia," tambahnya.
Mantan direktur pelaksana Bank Dunia tersebut menambahkan dari sisi pengelolaan fiskal, defisit Indonesia masih terus terjaga. Sementara, dari sisi pembayaran dan ekspor Indonesia masih memiliki kinerja yang baik.
"Saya ingin tegaskan bahwa pengelolaan dari sisi fiskal kita, defisit tetap terjaga. Dari sisi neraca pembayaran kita tetap bagus, ekapor kita memiliki pertumbuhan yang cukup baik dan juga pertumbuhan ekonomi kita juga cukup bagus inflansi kita rendah," tandasnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya