Strategi bos BCA tangani masalah likuiditas perbankan
Merdeka.com - Presiden Direktur Bank BCA Jahja Setiaatmadja mengakui, permintaan kredit terhadap industri perbankan saat ini melonjak signifikan. Namun, pada saat yang bersamaan perbankan mengalami masalah likuiditas.
"Di satu sisi kenaikan kredit lumayan bagus, di kita saja saya rasa mungkin full year bisa di atas 12 persen. Tapi bank-bank lain kendalanya likuditas ketat, mereka walapun ada kenaikan permintaan kredit sulit memberi pinjaman karena likuditas kurang, itu yang harus dicermati," tuturnya di Pacific Place, Jakarta Selatan, Selasa (9/10).
Djahja tidak menampik, untuk menarik dana nasabah itu, kemungkinan bank-bank yang alami masalah likuiditas akan menawarkan special rate (tingkat bunga yang menarik atau lebih tinggi) untuk deposito.
"Mungkin perbankan yang likuditasnya kurang, mau nggak mau ya naikin special rate, kalau nggak kan kabur dananya," jelas dia.
Oleh karena itu, Djahja menyarankan, perbankan sebaiknya dapat memilah jenis-jenis proyek apa yang menjadi skala prioritas perusahaan untuk dibiayai.
"Misalnya saja, Kementerian Perhubungan banyak proyek untuk infrastruktur seperti jalan tol, pelabuhan itu semua butuh rupiah untuk financing, nggak mungkin mereka butuh dana dari luar karena terlalu banyak. Ini salah satu juga yang kita sebagai bank harus pilah-pilah kebutuhannya," tandas dia.
Reporter: Bawono Yadika Tulus
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya