Startup Besutan Kemenperin Buat Teknologi Pemetaan Kebutuhan APD

Kamis, 11 Juni 2020 15:51 Reporter : Siti Nur Azzura
Startup Besutan Kemenperin Buat Teknologi Pemetaan Kebutuhan APD Pembuatan Alat Pelindung Diri (APD) Tenaga Medis. ©2020 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Kementerian Perindustrian mengapresiasi perusahaan rintisan asal Bandung yang menciptakan inovasi melalui pembuatan Platform GEO MAPID, yang dapat dimanfaatkan untuk memetakan kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) di Indonesia. Inovasi tersebut menjadi wujud nyata dari semangat generasi milenial di Indonesia yang siap menghadapi Revolusi Industri 4.0.

"MAPID adalah salah satu finalis program Startup 4 Industry dari kompetisi Making Indonesia 4.0 Startup yang diinisiasi oleh Kemenperin pada tahun 2018," kata Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Gati Wibawaningsih, dikutip Antara, Kamis (11/6).

Dia menjelaskan, keunggulan MAPID adalah memanfaatkan gabungan geospasial dan internet of things menjadi sebuah platform berbasis peta yang dapat diintegrasikan dengan berbagai macam sensor untuk memonitor secara otomatis

CEO MAPID Bagus Imam Darmawan mengemukakan, Platform GEO MAPID merupakan perangkat lunak cloud computing yang akan menjadi solusi layanan dalam pengembangan Sistem Informasi Geografis untuk mengumpulkan, mengelola, memvisualisasikan, dan menganalisis data geospasial.

Teknologi ini bisa memposisikan pemetaan dan penginderaan ekosistem terintegrasi untuk semua orang yang tidak memerlukan keahlian dalam GIS atau Teknik Tata Ruang. Teknologi tersebut juga dapat digunakan oleh siapa saja secara massal. Menariknya, data disajikan dalam tampilan tiga dimensi yang bakal mudah dipahami masyarakat.

"Melalui inovasi ini, masyarakat dapat melihat distribusi APD dengan mudah pada tampilan peta, sehingga dapat melihat daerah mana saja kebutuhannya sudah terpenuhi dan daerah yang masih membutuhkan APD dapat tersampaikan dengan jelas," ujar Bagus.

2 dari 2 halaman

Saat ini MAPID telah menjalin kerja sama dengan Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE) untuk bisa memetakan kebutuhan APD di Indonesia. Selain itu, MAPID akan membantu tim doctorShare agar lebih memahami kebutuhan dan prioritas APD sampai lebih dari 200 fasilitas medis di Indonesia.

Sementara itu Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, keberadaan startup seperti MAPID menjadi bagian penting dalam akselerasi penerapan inovasi teknologi digital, terutama dalam kesiapan memasuki era Industri 4.0.

Dia juga meminta kepada pelaku startup di Indonesia agar bisa menghasilkan teknologi digital yang aplikatif dan solutif bagi peningkatan produktivitas dan daya saing Industri Kecil Menengah (IKM). "Terutama untuk dimanfaatkan di lini manajerial, produksi, maupun pemasaran," tuturnya.

Oleh karenanya, IKM diharapkan bisa membuka diri untuk berkolaborasi dengan berbagai startup sebagai technology provider maupun problem solver. Sebab, Inovasi teknologi digital yang dihasilkan merupakan alat yang bisa menjawab kebutuhan industri di era industri 4.0 saat ini. [azz]

Baca juga:
Produksi Dalam Negeri Melimpah, Asosiasi Tekstil Siap Ekspor APD
Produksi Surplus, Kemenperin Siap Ekspor APD ke Negara Membutuhkan
Gandeng UMKM, Konsorsium Nasional Mampu Produksi Jutaan APD
Intip Pembuatan Face Shield di Bekasi
Memasuki New Normal, Tenaga Medis Minta Kebutuhan APD Mutlak Tersedia
Wagub Tjokorda Oka: APD dan Alat Tes Covid-19 di Bali Masih Cukup

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini