Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sri Mulyani Sebut Masih Ada Harapan Pemulihan Ekonomi di Kuartal III-2020

Sri Mulyani Sebut Masih Ada Harapan Pemulihan Ekonomi di Kuartal III-2020 Menkeu Sri Mulyani. ©Biro KLI Kemenkeu

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan masih ada harapan adanya pemulihan kinerja ekonomi di tengah prediksi ekonomi Indonesia terus minus. Terutama kegiatan manufaktur dan adanya perbaikan harga sejumlah komoditas pada kuartal III tahun ini.

Sebelumnya, Sri Mulyani memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2020 mencapai minus 2,9 hingga minus 1,0 persen. Dengan demikian, untuk keseluruhan tahun Kemenkeu memprediksi pertumbuhan ekonomi akan mencapai minus 1,7 sampai minus 0,6 persen.

"Kemenkeu yang tadinya melihat ekonomi kuartal III minus 1,1 persen hingga positif 0,2 persen, dan yang terbaru per September 2020 ini minus 2,9 persen sampai minus 1,0 persen. Negatif teritori pada kuartal III ini akan berlangsung di kuartal IV. Namun kita usahakan dekati nol," kata Sri Mulyani dalam APBN kita, Selasa (22/9).

Dia menjelaskan, beberapa komoditas yang mengalami perbaikan harga , di antaranya minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang menjadi andalan ekspor pemerintah. Selain itu, dia juga menyinggung soal harga minyak dunia yang masih naik, bahkan melebihi asumsi pada Perpres 54/2020. Di mana baseline asumsi harga ICP (Indonesia Crude Price) ialah USD 38 per barel untuk harga rata-rata sepanjang tahun 2020.

"Ini dilihat dari berbagai harga komoditas, harga minyak di atas USD 40 per barel, lebih tinggi dari asumsi di Perpres yang masih di USD 35, USD 36 dan sekarang sudah ada di atas USD 40 per barel," imbuhnya.

Komoditas Lainnya

sri mulyani sebut masih ada harapan pemulihan ekonomi di kuartal iii-2020Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Selain itu, ada harga emas yang terus naik seiring dengan posisinya sebagai aset safe haven (aman investasi). "Harga komoditas lain ada perbaikan, emas safe haven dari situasi ketidakpastian makanya melonjak di Agustus dan masih bertahan tinggi di September. LNG turun tajam di September, dari harga tembaga juga mengalami kenaikan," kata dia.

Dia menjelaskan, harga CPO merangkak naik setelah tertekan luar biasa di Mei dan Juni sehingga sudah terlihat pulih di Agustus dan September. Sementara untuk batubara belum menunjukkan adanya pemulihan.

"Batubara belum ada pemulihan, masih shock, sejak Mei dan belum ada tanda pemulihan, harga stabil. Jadi dalam hal ini RI, komoditas batubara masih tertekan, CPO membaik, LNG ada perbaikan meski masih labil," jelas dia.

Reporter: Pipit Ika Ramadhani

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP